Liputan

Gas Metan Sampah Keluar Dari TPA Jembrana

BTN iklan

Negara, Bali 15/1 (Antara) – Gas metan dari timbunan sampah keluar dari tempat pembuangan akhir (TPA) Kabupaten Jembrana, Bali, membuat warga yang tidak tahu menejadi ketakutan.

“Keluarnya gas metan dari sampah merupakan hal yang biasa akibat dari proses pembusukan. Kami akan melihat dulu potensinya, sebelum memanfaatkan untuk bahan bakar alternatif,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Ketut Kariadi, di Negara, Senin.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya baru membangun instalasi untuk biomenbran, sebelum melangkah ke tahap berikutnya dalam hal memanfaatkan gas metan dari sampah seperti yang sudah dilakukan daerah lain.

Menurutnya, saat potensi gas metan di TPA sampah yang berlokasi di Dusun Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara itu dianggap besar, Pemkab Jembrana akan bekerjasama dengan ahli untuk mengolah dan menyalurkan gas ke rumah-rumah warga sebagai bahan bakar alternatif.

“Kalau potensinya besar, gas yang keluar akibat pembusukan sampah itu bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Kami menuju ke arah tersebut,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, pembuangan sampah ke TPA tersebut saat ini jauh berkurang, karena masyarakat mulai paham untuk memilah sampah.

Menurutnya, setiap hari sekitar 10 ton sampah dibuang ke TPA tersebut, jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Sosialisasi yang kami lakukan dengan bantuan berbagai pihak tentang manfaat sampah saat dikelola dengan benar, sudah mulai menjadi kebiasaan masyarakat. Dengan pemilahan, selain mengurangi pembuangan sampah ke sini, masyarakat juga mendapatkan tambahan penghasilan,” katanya.

Pantauan di TPA sampah Dusun Peh, gas berbau menyengat menyembur keluar dari tanah yang sengaja ditimbunkan di atas sampah.

Semburan gas ini disertai muncratan air, yang diduga berasal dari air hujan yang meresap ke penimbunan sampah tersebut.

Ayu, salah seorang pemulung yang setiap hari mencari sampah yang bisa dijual di lokasi tersebut mengatakan, keluarnya gas disertai muncratan air merupakan hal yang biasa di tempat tersebut.

“Sudah biasa seperti itu, apalagi musim hujan pasti disertai air yang muncrat. Lokasi itu dilarang untuk dimasuki,” katanya.

Menurutnya, lokasi keluarnya gas metan itu dulunya adalah bangunan yang diratakan, kemudian dikeruk cukup dalam lalu sampah dimasukkan ke dalam lubang tersebut dan ditimbun tanah.

Meskipun terlarang untuk dimasuki, tidak ada tanda larangan di sekitar lokasi sehingga warga sekitar minta pemerintah untuk memasang tanda tersebut, agar tidak sembarangan orang masuk.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

8 Comments

  1. My family members always say that I am killing my time here at net, except I know I am getting knowledge every day by reading thes pleasant content.

  2. Good day! I simply would like to give you a huge thumbs
    up for your great information you have got right here on this post.
    I will be returning to your web site for more soon.

  3. Meglio Viagra O Cialis Bentyl In Germany [url=http://cialtadalaff.com]cialis generic[/url] Achat Cialis Paiement Cheque Kamagra Deutschland Per Nachnahme Cialis Pour Homme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × five =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami