Hukum

Geladah PT HK, KPK Sita Dokumen Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Rohil

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita berbagai dokumen penting ketika menggledah kantor dan gudang PT Hutama Karya dalam kasus korupsi pembangunan tahap II Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.

“Penyidik menyita dokumen-dokumen terkait, seperti dokumen invoice dan kontrak,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Menurut Febri, penyidik menggeledah kantor PT HK di Jalan Iskandarsyah, Jakarta, dan gudang PT HK di Bogor, Jawa Barat, itu berlangsung hari Rabu kemarin (24/5/2017).

Penggeledahan untuk melengkapi berkas penyidikan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni Dudy Jocom (DJ), Budi Rachmat Kurniawan (BRK), dan Bambang Mustaqim (BMT). “Kegiatan penggeledahan ini yang pertama kali terkait kasus IPDN Rohil,” kata Febri.

KPK menetapkan ketiganya sebagai tersangka setelah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan perkara ini ke penyidikan. Ketiganya diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperoleh keuntungan dan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dari pembangunan Gedung (Kampus) IPDN Rohil.

Akibat ulah mereka negara mengalami kerugian keuangan sekitar Rp 34 milyar dari proyek senilai Rp 91,6 milyar itu. Penyidik menyangka ketiganya melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Penetapak tersangka Dudy dan Budi menjadikannya harus kembali berurusan dengan hukum, karena sebelumnya juga menjadi tersangka pembangunan Gedung IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam proyek senilai Rp 125 milyar di Sumbar itu, negara mengalami kerugian keuangan sekitar Rp 34 milyar. Bukan hanya itu, Budi baru saja dihukum bersalah dalam perkara korupsi pembangunan Gedung Diklat Pelayaran di Sorong. Indikasi kerugian negara dalam proyek tersebut sebesar Rp 24,2 milyar.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami