LiputanNasional

Gempa Banten, Warga Lebak Masih Takut Masuk ke Rumah

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, terus memantau kondisi wilayah setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang Banten. Personel gabungan terus bergerak untuk mengetahui ada atau tidaknya kerusakan akibat gempa tersebut.

“Per kecematan, relawan dan tokoh masyarakat, TNI Polri bergerak menyisir,” ujar Kepala BPBD Lebak Kaprawi

Dia menambahkan, gempa Banten ini berpotensi tsunami, termasuk di wilayah Lebak. Namun ia belum dapat memastikan tsunami sudah terjadi atau belum.

“Karena ini berpotensi tsunami. Belum dilihat (ada tsunami),” ujar dia.

Saat ini, masyarakat berada di luar rumah. Mereka khawatir adanya gempa Banten susulan.

“Masyarakat sebagian di luar, takut dengan gempa susulan. Aktivitas masyarakat normal, kondusif,” kata dia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gelombang tsunami diperkirakan sampai ke pesisir pukul 19.35 WIB. Dia menyebut, tinggi gelombang tsunami mencapai 3 meter di pesisir.

“Ketinggian gelombang tsunami 0,5 meter, maksimal 3 meter. Setiap wilayah berbeda,” kata Dwikorita dalam konferensi pers BMKG, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, BMKG akan menunggu hingga 2 jam atau 21.35 setelah peringatan dini tsunami untuk woro-woro itu.

“Morpologi laut kita sangat unik dan beragam. Jika di teluk bisa teramplifikasi melompat, menguat gelombangnya, lebih dari 1 meter,” ujar Dwikorita saat konferensi pers gempa Banten.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

8 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami