Kesehatan

Gerakan Antivaksin yang Munculkan Penyakit Difteri Lagi

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Difteri adalah penyakit lama yang sebenarnya mudah dicegah dengan memberikan vaksin DPT tiga kali seumur hidup dengan jarak 10 tahun. Akibat penemuan vaksin, angka pengidap difteri yang tadinya berjumlah satu juta kasus per tahun di seluruh dunia sebelum dekade 1980an, menyusut menjadi 4.500 kasus di dunia pada 2015 silam.

Menurut Kementerian Kesehatan, Indonesia sebenarnya sudah terbebas dari wabah difteri sejak tahun 1990an akibat program imunisasi nasional. Namun pada tahun 2009, kasus infeksi difteri kembali meningkat. Bahkan angka kematian akibat penyakit ini sejak 2015 telah mencapai 502 kasus.

Ditengarai gerakan anti vaksinasi yang mempermudah penyebaran penyakit berbahaya. “Di Jatim kenapa masih tinggi? Karena banyak yang tidak mau divaksinasi. Ada yang bilang mengandung babi. Itu tidak betul,” kata Dr. Agus Hariyanto kepada CNN Indonesia.

Hal senada diungkapkan pendiri Rumah Vaksin dr. Piprim Basarah Yanuarso “Seruan anti vaksin bukan main-main bisa bikin wabah bermunculan ke mana-mana. Kalau orang tua yang galau ini sampai 40 persen dari populasi wabah bisa bangkit kembali,” ujarnya seperti dikutip Detik.com.

Gerakan anti vaksin juga menguat berkat kemunculan tokoh masyarakat yang secara terang-terangan menolak imunisasi, meski telah dibantah dunia medis.

Sikap antipati terhadap vaksinasi sempat mencuat September silam menyusul polemik sertifikasi halal vaksin campak dan rubella (MR). Saat itu Majelis Ulama Indonesia turut menabur keraguan terhadap vaksin MR karena membebaskan orangtua dalam memilih imunisasi.

“MUI dalam kapasitas tidak menghalalkan dan tidak mengharamkan karena belum diproses. Tetapi yang ragu dan belum yakin halal dan menolak ya tidak apa-apa,” ujar Prof. Hasanuddin, Ketua Komisi Fatwa MUI, kepada Detik.com.

Sebagai dampak awal dari kebodohan gerakan anti vaksin ini, wabah difteri langsung menyebar di 20 Provinsi Indonesia dan menelan korban 32 orang. Penyakit apalagi yang akan menyebar? Sampai kapan kebodohan ini berlangsung?

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

110 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami