BTN iklan
InternasionalLiputan

Givenchy, Sosok Pemuja Perempuan

Jakarta (Lei) – Kepergian Givenchy untuk selamanya di usia 91 tahun menyebabkan dunia fesyen berduka.

Givenchy meninggal pada Sabtu (10/3), namun kabar kepergiannya ini disampaikan lewat akun resmi The House of Givenchy.Givenchy

“Pada 10 Maret 2018, Monsieur de Givenchy meninggal. Seorang ahli estetik dan kolektor, Hubert de Givenchy akan selalu melambangkan keanggunan klasik dengan sentuhan yang cerdas. Pengaruh dan pendekatannya akan mode akan selalu menggema sampai saat ini,” tulis laman resmi Givenchy”The House of Givenchy dengan sedih mengumumkan kepergian pendirinya Hubert de Givenchy, seorang pria sejati dan wajah dari dunia adibusana dunia yang melambangkan Paris yang chic dan elegan lebih dari setengah abad. Dia akan dirindukan.”

Clare Weight Keller, direktur kreatif The House of Givenchy mengungkapkan bahwa kepergian pendiri rumah mode adalah sebuah kesedihan tersendiri. . “Saya sangat sedih karena kehilangan orang hebat. Saya mendapat kehormatan untuk bisa bertemu dan mengenalnya sejak kedatangan saya di Givenchy,” katanya.

“Bukan hanya karena dia adalah figur fesyen yang punya banyak pengaruh, warisannya berpengaruh pada busana saat ini, tapi juga karena dia adalah salah satu orang yang paling chic dan penuh pesona yang pernah saya temui. Dia adalah definisi dari sosok pria sejati yang sebenarnya, itu yang akan tetap ada di hati saya selamanya.”

Meski bekerja di bawah naungan rumah mode Perancis tersebut, namun Keller mengungkapkan bahwa Givency adalah sosok yang sangat membantu dan berjasa di hidupnya.

“Saya sudah bekerja keras dalam koleksi debut saya sebelum saya benar-benar duduk dan berbincang bersama Hubert de Givenchy, namun beberapa minggu sebelum koleksi spring/summer 2018,, dan saya bertemu dengannya. Saya pergi ke rumahnya di Paris yang sangat mengagumkan,” kata Keller dikutip dari Vogue.

“Dia adalah orang yang sangat besar, dia setinggi 1,96 meter, sangat elegan dan chic. Dia sangat terhormat dan aristokrat. Dia berasal dari generasi yang berbeda, tapi di saat yang sama dia sangat ramah baik dalam ucapan atau perasaan. Anda bisa mengatakan kalau dia sangat memuja perempuan.”

Keller menceritakan bagaimana ruangan Givenchy yang dipenuhi foto-foto Audrey Hepburn. Kisah soal pertemuan Hepburn-Givenchy pun sempat dibahasnya sesekali, termasuk soal persahabatan dan juga kolaborasi mereka dalam berbagai film yang ikonik. Keller pun tak bisa menggambarkan besarnya kecintaan Givenchy pada fesyen. Sekalipun Givenchy belajar hukum namun dia tetap cinta fesyen.

“Kami bicara banyak soal kecintaannya pada fesyen. Dia mengagumi fesyen dan masih sangat tertarik dengan fesyen sampai saat ini,” ucapnya.

“Saya terkejut dengan banyaknya dia bicara pentingnya Asia, seperti halnya China. Dia sangat memperhatikan dengan apa yang terjadi saat ini. Dia tak lagi terlibat di label tapi dia masih terlibat untuk memahami apa yang terjadi di dunia fesyen. Dia banyak membaca dan penasaran dengan apa yang disukai orang-orang saat ini.”

Dia juga mengungkapkan bahwa mereka banyak bicara soal gaya desain.

“Saya bilang,’Saya rasa kamu melakukan semuanya dari bahu,’ dan dia menjawab,’ Ya tentu saja! Semuanya berawal dari bahu.’.”

Melalui sketsanya, Keller melihat bahwa dia bisa melihat dan merasakan passion Givenchy. Lewat sketsanya, Givenchy bicara soal kekuatan yang ada pada bahu perempuan. Oleh karenanya bahu pun dianggap sebagai titik awal yang menarik untuk desain Givenchy.

“Inti yang saya ambil dari desain Givenchy adalah konsistensi untuk perempuan kuat. Ini adalah bagian penting dari akar label busana ini.”

 

cnn

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close