BTN iklan
KesehatanLifestyle

Gizi Tak Seimbang, Kemenkes Tak Rekomendasikan Diet Keto

Jakarta (LEI) – Beberapa waktu terakhir, diet ketogenik atau dikenal juga dengan diet keto populer di masyarakat. Namun, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tidak merekomendasikan masyarakat untuk menerapkan diet keto ini.

“Secara gizi, kami sudah bicara dengan beberapa pakar gizi bahwa keto itu tidak boleh dibuat gaya hidup. Jadi, paling hanya dalam kurun waktu tertentu saja karena kami tidak merekomendasikan itu,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes yang diwakili oleh Sylviana Andinisari dalam acara yang dihelat Novo Nordisk di Jakarta, Rabu (30/5).

Menurut Sylviana, Kementerian Kesehatan tidak menyarankan diet kelo lantaran tidak menerapkan gizi yang seimbang.

Diet keto merupakan diet yang menerapkan rendah karbohidrat (kadang, bahkan hampir tidak ada), tinggi lemak dan sedikit protein. Buah dan sayuran yang dapat dikonsumsi pada diet ini juga terbatas. Beberapa orang yang menerapkan diet ini mengaku berhasil menurunkan berat badan dan mengontrol gula darah.

Sementara itu, menurut Sylviana, diet keto memiliki sifat yang individual sehingga tidak sama pada setiap orang sehingga tak dapat direkomendasikan.

“Kami tidak berani merekomendasikan dan tidak berani memberikan jawaban, ‘berhasil kadar gula darahnya turun dengan keto’. Itu bukan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan karena individual sifatnya, tidak semua orang sama,” tutur Sylviana yang menjabat Kepala Seksi Gangguan Metabolik Direktorat P2PTM.

Alih-alih diet keto, Sylviana menyatakan Kementerian Kesehatan menganjurkan diet dengan gizi seimbang. Pedoman gizi seimbang dari Kemenkes dapat diterapkan dengan porsi makan yang tepat yakni dalam satu piring terdapat sepertiga karbohidrat, sepertiga sayuran, dan sepertiganya lagi merupakan gabungan antara protein dan buah-buahan.

“Kami dari Kementerian Kesehatan tetap taglinennya adalah gizi seimbang dan itu diet keto bukan gizi seimbang, itu saja. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close