Ekonomi

GK-Plug And Play Boyong Korporasi Indonesia ke Silicon Valley

BTN iklan

Jakarta, LEI – GK-Plug and Play Indonesia (GK-PNP) memboyong sejumlah korporasi besar di Indonesia untuk mengunjungi kantor pusatnya di Silicon Valley pada akhir 2017. Adapun korporasi yang turut serta dalam kunjungan ini adalah Astra Internasional, BNI, BTN, Sinarmas, dan BRI.

Salah satu kegiatan utama dalam kunjungan tersebut seperti dalam siaran pers yang diterima, Jumat (3/11/2017) adalah mengikuti Plug and Play Fall Summit 2017. Dalam Fall Summit yang berlangsung selama 3 hari tersebut, lebih dari 100 startup yang tergabung dalam akselerator Plug and Play melakukan pitching di hadapan investor, mitra korporasi dan media internasional.

Startup-startup ini pun memiliki background yang berbeda-beda, mulai dari supply chain & logistics, energy & sustainability, new materials & packaging, food & beverage, dan fintech.

“Tujuan kami membawa korporasi Indonesia untuk hadir dalamPlug and Play Fall Summit ini supaya korporasi mendapatkan lebih banyak insight mengenai teknologi yang dikerjakan oleh startup di Silicon Valley,” kata Wesley Harjono, President Director Plug and Play Indonesia.

Wesley Harjono melanjutkan, dari kegiatan tersebut akan melahirkan ide-ide kerja sama seperti apa yang bisa dilakukan dengan startup di Indonesia. Menurutnya, kunjungan ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari janji Plug and Play kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendukung Indonesia menjadi pusat perekonomian digital di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Selain memberikan pendanaan dan mentorship kepada startup digital, GK-Plug and Play juga menjadi jembatan untuk menghubungkan startup dengan korporasi. Saat ini, Plug and Play diketahui memiliki ratusan mitra korporasi di seluruh dunia dan empat di Indonesia, yaitu Astra Internasional, BNI, BTN, dan Sinarmas.

Salah satu startup angkatan pertama GK-Plug and Play Indonesia yang telah menjalin kerja sama dengan corporate adalah KYCK dan BNI.

“Kami melihat cara Plug and Play mengumpulkan korporasi dan startup yang menarik sehingga masing-masing korporasi dapat menemukan value-value baru dalam framework inovasinya. Kami berharap kerjasama seperti ini dapat dilakukan di Indonesia,” kata Kaspar Sitomorang, Head of Digital Bank Rakyat Indonesia, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Direktur Astra Internasional, Paulus Bambang menambahkan, ternyata ada banyak ide-ide yang akan terjadi 5-10 tahun ke depan, sedang dipersiapkan oleh startup-startup.

“Di sini saya melihat bagaimana corporate dan startup dapat bekerja sama. Kerja sama seperti ini harus dibangun supaya inovasi terus berjalan,” kata Paulus.

Astra Internasional yang tergabung sebagai corporate partner GK-PNP memang diketahui telah melirik beberapa startup lulusan GK-PNP. Bahkan, Bustiket yang merupakan salah satu startup angkatan pertama GK-PNP, juga telah menerima pendanaan lanjutan dari Astra Internasional.

“Di Silicon Valley ini, kami juga melihat kerjasama seperti apa yang dilakukan oleh korporasi dan startup. Harapannya, startup dan korporasi dapat menjalin kerjasama yang saling menguntungkan,” kata Wesley.

Wesley menambahakan, “Startup dikenal dengan inovasinya di bidang teknologi sedangkan korporasi sudah memiliki fondasi yang kuat dan jaringan yang luas. Hal ini yang terus kami kerjakan di Indonesia. Jika keduanya bekerja sama, tentu akan memberikan impact yang besar untuk perekonomian Indonesia.”

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close