HEADLINESNasional

GPIB Minta Mahasiswa Menjadi Penjaga Perdamaian

BTN iklan

Mataram, LEI – Komisi Germasa Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)/Gereja Immanuel Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Frederick S Saboe, meminta mahasiswa mampu menjadi agen penggerak perubahan dan penjaga kedamaian umat beragama.

“Jadilah tenaga penggerak perdamaian. Meski banyak masalah dan tantangan,” kata Frederick, ketika menerima puluhan mahasiswa dari 78 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) peserta “Youth Camp Lombok for Peace Leaders” di Mataram, Rabu.

Menurut dia, antara Kristen dengan agama lainnya ada titik temu. Salah satunya adalah ajaran kasih sayang. Kristen juga mengajarkan untuk membawa kedamaian bagi alam semesta.

Selain itu, antara Islam dan Kristen mempunyai satu visi yang sama terkait dengan misi cinta kasih dan kedamaian, tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

“Tetapi cinta kasih itu diperuntukkan untuk umat manusia. Perdamaian harus jadi kebutuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frederick menambahkan sebagai umat Kristen sama sekali tidak mengajarkan kekerasan, melainkan mengajarkan kedamaian antar setiap orang dan pemeluk agama lain.

Untuk itu, ia mengajak semua umat beragama untuk membangun komunikasi yang baik sehingga kedamaian di Indonesia, khususnya di NTB, akan terus terpelihara.

“Komunikasi itu lahir ketika ada perjumpaan. Bangunlah perjumpaan seperti ini. Saling menerima dan saling menghormati,” ucapnya pula.

Selama ini, kata dia, umat Kristen di NTB, senantiasa duduk bersama dengan umat agama yang lain. Baik dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hadir dalam bentuk interaksi dan dialog yang baik.

“Mari jadikan diri kita orang yang berarti dan bermakna bagi siapa saja,” kata Frederick, berpesan kepada puluhan mahasiswa peserta “Youth Camp Lombok for Peace Leaders”.

“Youth Camp Lombok for Peace Leaders” diikuti oleh sebanyak 200 mahasiswa dari 78 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Mereka membentuk lima kelompok dan menyebar ke sejumlah rumah ibadah untuk bersilaturahim dengan tokoh lintas agama di Pulau Lombok.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 6 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami