LiputanNasionalPolitik

Gubernur BI Bersaksi Pekan Depan

BTN iklan

JAKARTA/Lei  – Penuntut Umum dalam sidang korupsi pengadaan KTP elektronik belum mengetahui secara persis sakit yang diderita oleh Miryam S. Haryani, sehingga tidak hadir dalam persidangan Senin (27/3/2017).

Ketua Tim Penuntut Umum Irene Putri mengatakan ,Miryam Haryani yang berstatus sebagai saksi bagi terdakwa Irman dan Sugiharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, hanya mengirimkan surat keterangan sakit kepada panitera pengadilan dan tidak ditembuskan kepada pihaknya.

“Kami tidak menerima surat sakitnya. Tadi kami sudah lihat surat sakitnya itu dikeluarkan dari RS Fatmawati, dan kita sudah lihat nama dokternya. Nanti kita konfirmasi ke dokter yang mengeluarkan surat tersebut. Akan kami tanya sakitnya apa,” ujarnya seusai persidangan.

Rencananya, Miryam akan dipanggil lagi dalam persidangan berikutnya, Kamis (30/3/2017) karena dalam surat keterangan saki, Miryam membutuhkan istirahat selama dua hari.

“Kalau sudah dua kali dipanggil tidak hadir, maka akan dilakukan pemanggilan paksa,” paparnya.

Rencananya, dalam persidangan Kamis mendatang, penuntut akan hadirkan enam saksi di luar tiga penyidik KPK yang semula akan bersaksi hari ini terkait pencabutan BAP yang dilakukan oleh Miryam dalam persidangan Kamis (23/3/2017).

Rencananya satu dari enam saksi yang akan dihadirkan dalam persidangna Kamis mendatang adalah Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo. Irene Putri mengungkapkan sebelumnya Agus sudah mengkonfirmasi akan menghadiri sidang tersebut.

Agus DW Martowardojo sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati saat proses penganggaran proyek pada 2010-2013.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami