LiputanNasional

Gubernur Buka Rapimnas di Palu

BTN iklan

PALU, 12/5 (LEI) – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Siti Norma Marjanu membuka secara resmi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Anak Muda Indonesia (AMI) ke I, di aula Wisma Donggala, Kota Palu, Sabtu.

Gubernur menjelaskan anak muda bukan berarti pasif dan belum bisa berbuat apa-apa, tapi muda justru kesempatan emas yang terbaik, yang dimiliki tiap insan untuk berkarya, berjuang, dan membuktikan kapasitas dirinya pada dunia.

Gubernur mengutip ungkapan legendaris Presiden Pertama Indonesia Soekarno yakni beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

“Saya melihat kehadiran AMI sebagai representasi wadah anak-anak muda Indonesia, dimana sangatlah dibutuhkan guna menyalurkan nilai-nilai lebih dalam bentuk peran dan fungsi bagi pengembangan bakat serta potensi, anak-anak muda milenial Indonesia dan Sulteng pada khususnya,” jelas gubernur.

Gubernur berharap dalam Rapimnas tersebut dapat merumuskan program-program yang menyentuh, yang menajamkan visi-misi organisasi dan sasaran pembinaannya, maupun untuk menyinkronkan program-program pengurus pusat dan wilayah.

Kata gubernur, kalau dulunya, anak-anak muda hanya asyik duduk-duduk berkhayal sampai tertidur untuk menunggu turunnya inisiatif pemerintah dalam merubah keadaan, maka kini sebaliknya yaitu anak-anak muda haruslah jadi sentral yang aktif dan melek untuk menginisiasi perubahan.

“Dengan begitu, mudah-mudahan AMI akan mendapat tempat kepercayaan di hati masyarakat Indonesia, khususnya di Sulteng, dalam konteks mewadahi dan menempa maksimal potensi anak-anak muda, supaya handal sesuai bidang masing-masing, baik di pendidikan, olahraga, budaya, bisnis, kepemimpinan dan lain sebagainya,” harap gubernur.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat AMI, Al Ghazali Musa’ad mengatakan Rapimnas tersebut mengusung tema, AMI untuk Indonesia, yang di gelar selama tiga hari, 12-14 Mei 2018.

“AMI untuk Indonesia merupakan sebuah cita-cita yang harus dicapai. Karena, anak muda harus mampu menjadi bagian integral dari proses-proses bangsa ini, salah satunya proses politik,” jelas Ghazali.

Bagi dia, AMI mendorong anak-anak muda, untuk aktif dipanggung-panggung politik, baik kancah lokal maupun nasional. Serta semua anak muda harus bisa mengambil bagian.

“Anak-anak muda tidak diberikan ruang yang cukup, untuk berkreasi dan berinovasi, padalah mereka punya banyak hal yang bisa dilakukan,” ujar Ghazali.

Menurut dia, dalam Rapimas tersebut, anak muda tidak lagi bicara masing-masing dari idiologi organisasi sebelumnya, karena jika itu masi dilakukan, maka anak muda tidak akan mampu berdaya saing dengan bangsa-bangsa lainnya.

“Anak muda harus mampu membangun semangat kewirausahaan dan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah,” harap Ghazali. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami