Politik

Gubernur Lemhannas Imbau Warga Hidup Bertoleransi

BTN iklan

Jakarta, LEI – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga kehidupan bertoleransi.

Agus di Jakarta, Senin mengatakan segala tingkah laku maupun tindak tanduk masyarakat maupun elit politik tidak terlepas dari moral dan etika untuk hidup berbangsa dan bernegara.

“Mari kita mencari tatanan yang terbaik bagi kita semuanya untuk hidup dalam toleransi dengan segala perbedaannya,” katanya menanggapi situasi politik usai pilkada, khususnya Pilkada DKI Jakarta.

Seusai sosialisasi “Jakarta Geopolitical Forum” (JGF) di Gedung Lemhannas, melihat situasi terkini, Agus mengajak semua pihak untuk berpikir secara logis dan sehat untuk apa bangsa Indonesia didirikan. Jangan sampai masyarakat semakin terbelah dan justru memunculkan permasalahan-permasalahan baru.

“Marilah kita berfikir secara logis dan sehat serta mengenang kembali, bagaimana dan mengapa serta dari mana kita datang. Hari ini kita hidup bersama dalam sebuah wilayah yang sama, dengan saudara-saudara sebangsa yang berbeda di dalam harmoni,” ujarnya.

Lemhannas sendiri sebagai bentuk komitmennya menjaga ketahanan dan persatuan nasional akan menggelar “Jakarta Geopolitical Forum” (JGF) 2017 pada 18 sampai 20 Mei, yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut akan mengundang para pakar atau akademisi tentang kondisi geopolitik yang menyampaikan berbagai sudut pandang atau perspektif. Hal itu dilakukan untuk mencari kesamaan dinamika geopolitik yang terjadi.

“Kalau kita berasumsi bahwa tujuan satu bangsa dengan bangsa lainnya untuk hidup dalam perdamaian dan kesejahteraan, maka diharapkan JGF menumbuhkan saling pengertian agar kita mudah untuk mencapai tujuan kita,” ucapnya.

Bagi Lemhannas, lanjut dia, forum diskusi soal geopolitik sangat penting dan memiliki nilai strategis mengingat bahwa dinamika geopolitik global dalam beberapa dekade terakhir bergerak cepat dan cenderung tidak dapat diprediksi dengan tepat.

Direncanakan JGF ini akan menjadi forum akademis berskala internasional yang akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

“Diharapkan forum ini memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan bangsa dan sekaligus mengangkat nama Indonesia dalam kancah regional dan global. Semoga forum komunikasi ini dapat menghasilkan komitmen dan kesepakatan bersama untuk menyukseskan penyelangaraan JGF yang bertema ‘Geopolitic in a Changing World’,” katanya.

Isu geopolitik yang akan dibahas itu terkait keamanan global, politik, ekonomi, terorisme, radikalisme dan migran dari suatu negara atau wilayah.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close