Liputan

Gubernur: Monumen Flobomora Rumah Pancasila Mulai Dibangun

BTN iklan

KUPANG, 20/5 (LEI) – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan, Monumen Flobamora (sebutan untuk pulau-pulau meliputi Flores, Sumba, Timor, Alor) Rumah Pancasila mulai dibangun di Kota Kupang.

“Peletakan batu pertama Monumen Flobamora Rumah Pancasila sudah kami lakukan pada Jumat (18/5) lalu sehingga pembangunannya sudah dimulai,” katanya di Kupang, Minggu.

Ia menjelaskan, ikon utama monumen yang dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi itu berupa patung burung garuda setinggi 42 meter.

Kata gubernur, ikon tersebut bermakna menggambarkan seekor burung garuda yang terbang dari Kupang membawa nilai-nilai atau lima sila (Pancasila) ke Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia maupun ke seluruh penjuru Tanah Air.

Ia mengatakan, monumen tersebut akan menjadi tempat menggali dan mendalam pengetahuan tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia terutama bagi generasi mudah.

Untuk itu, lanjutnya, selain dibangun burung garuda, rencana pembangunan gedung dua lantai itu akan dilengkapi dengan ruangan galeri Pancasila, galeri Bhineka Tunggal Ika, ruang informasi, tempat teater.

“Sehingga anak-anak, para pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang datang ke situ bisa belajar dan memperdalam pengetahuannya tentang Pancasila,” katanya.

Menurut gubernur, kehadiran monumen itu juga untuk meningatkan semua elemen bangsa akan pentingnya nilai-nilai Pancasila yang harus tetap dirawat demi keutuhan bangsa dan negara.

Apalagi di tengah ancaman kehadiran ideologi dari luar yang mau merongrong ataupun menggantikan ideologi Pancasila yang telah mempersatukan berbagai suku, agama, dan budaya di Indonesia, katanya.

“Selain itu juga, ini menjadi objek wisata baru, wisata kebangsaan yang menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan yang datang ke NTT khususnya ke Kupang,” katanya.

Pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila menelan sekitar lebih dari Rp 38,6 miliar terdiri dari perencanaan design engeneering dan master design menggunakan dana bersumber dari APBD provinsi tahun 2017 sejumlah Rp 697 lebih.

Untuk pembangunan monumen sendiri sebesar Rp 32 miliar dari alokasi APBD tahun 2018. Semntara ntuk pembangunan taman (landscape) melalui alokasi anggaran perubahan 2018 atau anggaran murni 2019 Kementerian PUPR (APBN), sebesar Rp 6 miliar.

Pembangunan monumen itu memanfaatkan lahan seluas 5.000 meter persegi yang telah dihibahkan seorang pengusaha di Kota Kupang Theo Widodo kepada pemerintah provinsi setempat. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close