BTN ads
FinansialKesehatanLiputan

Gubernur NTT: Angka Gizi Buruk Terus Menurun

KUPANG, 9/3 (LEI) – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengklaim, angka gizi buruk di provinsi setempat terus mengalami penurunan dengan jumlah terkahir yang tercatat pada 2016 sebanyak 3.072 balita.

“Pada 2016 angka gizi buruk di NTT menurun sekitar 8,02 persen dengan jumlah 3.072 balita dari sebelumnya pada 2015 sebanyak 3.340 balita,” kata Gubernur Lebu Raya dalam laporan pertanggungjawaban akhir masa jabatan gubernur NTT tahun 2013-2016 yang diserahkan ke DPRD NTT melalui sidang paripurna di Kupang, Jumat.

Data Dinas Kesehatan NTT menyebutkan, kondisi gizi buruk di NTT pada tahun 2013 telah menimpah sebanyak 6.733 balita yang menyebar di 22 kabupaten/kota.

Jumlah tersebut menurun drastis pada 2014 menjadi 3.351 balita, 2015 sebanyak 3.340 balita, dan 2016 sebanyak 3.072 balita.

Dijelaskan, kondisi gizi buruk berkaitan dengan permasalahan kesehatan, disamping merupakan faktor predisposisi yang dapat memperberat penyakit infeksi secara langsung juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan secara individual.

Bahkan status gizi janin yang masih berada dalam kandungan dan bayi yang sedang menyusui sangat dipengaruhi status gizi ibu hamil dan ibu menyusui.

Menurut Gubernur Lebu Raya, angka gizi buruk terus terkoreksi menurun juga berkat kontribusi kehadiran program revolusi kesehatan ibu dan anak (KIA) yang dimulai sejak 2019.

Program KIA, katanya, dikembangkan secara terencana supaya setiap ibu hamil dapat melahirkan di fasilitas kesehatan yang memadai.

“Dengan begitu bayi baru lahir atau neo natal juga bisa mendapatkan pertolongan yang memadai,” katanya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close