LiputanTekno

Gubernur Prihatin Maraknya Ujaran Kebencian Melaui Medsos

BTN iklan

Kupang, 20/1 (Antara) – Gubenur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengaku prihatin dengan maraknya fenonema ujaran-ujaran kebenian yang ditampilkan oknum-oknum tertentu melalui media sosial.

“Banyak orang yang sudah keliru memanfaatkan perkembangan teknologi, sering kali kita temukan berbagai macam ujaran kebencian yang dimunculkan oknum-oknum pengguna media sosial yang semakin memprihatinkan,” kata Gubernur Lebu Raya di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan, kemajuan teknologi informasi saat ini berkembang dengan sangat cepat dan luar biasa menguasai hampir seluruh kehidupan masyarakat sehingga tidak mudah dihindari.

Banyak masyarakat, lanjutnya, yang tidak lagi asing dengan kehadiran berbagai macam jejaring sosial seperti facebook, instagram, WhatsApp, dan sebagainya yang digunakan untuk berinterkasi di ruang dan waktu yang berbeda-beda.

“Namun banyak orang keliru memanfaatkannya dengan memunculkan ujaran kebencian, saling serang dengan hal-hal berbau SARA, saling mencaci-maki, dan saling menjatuhkan harga diri dan martabat orang dan seterusnya,” katanya.

Karena itu, gubernur dua periode itu meminta masyarakatnya agar menghindari hal-hal negatif dalam menggunakan media sosial sehingga tidak menimbulkan perselisihan, permusuhan, hingga tesandung persoalan hukum.

“Kita harus cerdas menggunakan kemajuan teknologi ini untuk saling menyapa orang dengan penuh suka cita dan damai, agar suasana aman dan rukun yang terus kita jaga di daerah ini bisa tetap berjalan baik,” katanya.

Selain itu, Gubenur Lebu Raya juga meminta agar masyarakat tidak menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan berbagai informasi bohong (hoax) yang tidak sesuai kenyataan.

Apalagi, lanjutnya, daerah setempat sementara menyambut Pilkada serentak pada Juli 2018 mendatang, yang menurutnya memungkinkan pihak-pihak tertentu memainkan kepentingannya untuk menjatuhkan lawannya, saling menghujat dan merendahkan, serta menyampaikan berbagai informasi hoax melalui media sosial.

“Masyarakat agar jangan cepat percaya, jangan terprovokasi dengan hal-hal yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Gubernur berharap berbagai kalangan masyarakat yang memiliki kesadaran yang baik dalam memanfaatkan media sosial agar mampu hadir sebagai pembendung atau benteng untuk berbagai macam konten negatif yang dimunculkan lewat media sosial.

Selain itu, ia juga berharap aparat berwenang terus melakukan pemantauan dan jika mendapati ada kasus yang muncul agar bisa ditindak secara tegas.

“Sampai hari ini kita masih terus menjaga suasana rukun dan damai di daerah ini, itu lah prasyarat bagi kita semua yang diberikan amanat untuk tetap menjaganya sehingga kita bisa membangun daerah ini menjadi lebih maju,” kata Gubernur Lebu Raya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami