HEADLINESLifestyleTraveling

Gunung Gede Pangrango lakukan uji coba pembukaan untuk pendaki

BTN iklan

Jakarta(Legal Era Indonesia)-Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dibuka kembali untuk pendakian saat pandemi virus Corona dengan STATUS UJI COBA.

Pembukaan rute pendakian Gunung Gede dimulai Kamis (20/8/2020) hingga Minggu (23/8/2020). Para pendaki hanya bisa mendapatkan surat Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) secara langsung di Balai Taman Nasional Gunung Gede Pengrango.

Pemandangan Telaga Biru di Taman Gunung Gede Pangrango Jalur pendakian Cibodas

Yanto menjelaskan rencananya, rute pendakian Gunung Gede itu dibuka selama empat hari, dari Kamis hingga Minggu (23/8). Di hari pertama dan kedua itu, pendakian per hari rata-rata dilakukan oleh sekitar 50 orang dari kuota 600 pendaki. Jalur pendakian Taman Nasioanl Gunung Gede Pangrango yang dibuka sementara antara lain jalur Cibodas, Jalur Putri Cianjur serta Jalur Selabintana Sukabumi.

“Sekitar 1500 orang pendaki sudah terdaftar memadati untuk melakukan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada hari Sabtu (22/08/2020)”. “Uji coba itu untuk menjajal protokol kesehatan COVID-19. Andai tidak ada kasus virus Corona dari pendakian empat hari nanti, pembukaan rute pendakian akan dilanjutkan,” hasil perbincangan Yanto dengan tim redaksi Legal Era Indonesia.

Tim redaksi Legal Era Indonesia melakukan protokol kesehatan pendakian Gunung Gede dan Gunung Pangrango yaitu mewajibkan pendaki membawa masker. Masker diwajibkan dipakai saat pendaki sampai di pos pendakian dan tempat camp. Tapi, masker tidak disarankan dipakai saat treking. Tidak hanya dengan menggunakan masker saja, untuk para pendaki diwajibkan untuk di cek suhu tubuh, dan kesehatan para pendaki sesuai protokol kesehatan. Jika pendaki terlihat kelahan dan kesehatannya kurang baik, petugas tidak akan mengizinkan pendaki melakukan pendakian dengan tegas.

doc. pribadi

Pendaki Pasti Memiliki target untuk mendirikan tenda ataupun camp di Kandang Badak dengan suasana yang sejuk dengan dimanjakan pendengaran yaitu suara kicauan burung yang merdu. Pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango benar benar indah dikarenakan disetiap perjalanan indra kita akan dimanjakan dengan pesona keindahan alam ini. Mata kita dimanjakan dengan  keindahan pohon pohon yang rimbun, dengan ditemni kicauan burung yang saling saut menyaut dan perasaan kita yang damai dengan mendengarkan suara gemericik aliran sungai yang berada di dekat Kandang Batu.

Kebetulan juga banyak pendaki yang melaukakan tiktok yaitu dengan jarak tempuh dari Bascamp sampai  Kandang badak dan turun kembali melalui jalur pendakian Via Cibodas. Beberapa orang yang saya temui merasa senang dengan pemberitaan pembukaan jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini. Selama pandemic Covid ini membuat mereka jenuh dengan aktivitas keseharian mereka dan rindu melakukan tiktok di jalur pendakian ini.

Jembatan Ciwalen
doc. pribadi

Saran dari Redaksi kepada Pengelola Wisata adanya pemeriksaan kembali terkait pendakian, ditemukan banyaknya pelanggaran terjadi dikarenakan banya yang melakukan pendakian secara ilegal karena mereka hanya membeli tiket ke air terjun Cibeureum akan tetapi mereka melakukan pendakian ke Gunung Gede. Dan mengecek kelengkapan pribadi untuk kebutuhan pendaki dan kesehatan yang ketat di Setiap posnya.

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami