Hukum

Habib Rizieq Ditolak Kuasa Hukum Ahok karena Residivis

BTN iklan

Jakarta, LEI – Tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama yang dimotori Humphrey Djemat menolak dihadirkannya ahli agama Islam, Habib Rizieq Shihab, dalam sidang ke-12 perkara dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (28/2).

Tim kuasa hukum Ahok menyampaikan 6 alasan menolak ahli agama yang dihadirkan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut), karena Habib Rizieq tidak kredibel, tidak netral, dan tidak mencerminkan keadilan. Pasalnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini merupakan residivis, tersangka, hingga diduga terlibat kasus pornografi.

“Berdasarkan fakta yang ada, Muhammad Rizieq Syihab telah sejak lama, terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menunjukkan kebenciannya yang sangat kuat terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok,” ujarnya.

Kemudian, Muhammad Rizieq sudah dua kali dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan, yakni tindak pidana menganjurkan untuk melakukan kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum secara bersama-sama di Monas 1 Juni 2008, yaitu penyerangan terhadap masa Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.

“Serta tindak pidana menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan kepada Pemerintah Indonesia. Jadi beliau adalah seorang residivis,” tandasnya.

Alasan lainnya, Muhammad Rizieq telah berstatus sebagai tersangka untuk rerkara dugaan tindak pidana penodaan terhadap lambang dan dasar Negara (Pancasila) di Polda Jawa Barat.

“Berdasarkan fakta yang ada, Muhammad Rizieq Syihab pada saat ini sedang menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya selaku terlapor untuk laporan polisi yang berkaitan dengan masalah dugaan penodaan agama Kristen dalam ceramahnya di Pondok

Kelapa pada tanggal 25 Desember 2016. Sepanjang yang kami ketahui, ada 3 laporan yang berkaitan dengan hal tersebut,” ujarnya.

Alasan lainnya, Muhammad Rizieq adalah Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) terlibat dalam demonstrasi atau unjuk rasa 14 Oktober, 4 November, dan 2 Desember 2016, menuntut Ahok dipenjara.

Terakhir, berdasarkan fakta yang ada, saat ini Muhammad Rizieq terlibat dalam proses hukum yang berkaitan dengan pembicaraan dalam media elektronik (WhatsApp) yang memiliki konten pornografi, dengan pihak terkait Firza Husein yang kasusnya juga sedang ditangani dalam proses penyidikan oleh Polda Metro Jaya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami