Hukum

HAKI: Toyota Motor Buru Pengguna Merek Lexus

BTN iklan
JAKARTA LEI/Bisnis.com — Toyota Jidosha Kabushiki Kaisha atau dikenal dengan Toyota Motor Corporation akan terus memburu merek Lexus di Indonesia yang digunakan tanpa izin.

Kuasa hukum Toyota Motor Corporation Budianto mengaku kliennya selalu melakukan pemantauan setiap bulan terkait dengan pendaftaran merek baru yang dikabul

kan melalui Direktorat Merek Ditjen Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia “Kalau ternyata ada sertifikat merek Lexus baru selain atas nama klien, akan kami gugat pembatalan melalui pengadilan niaga,” kata Budi anto, Kamis (25/8).
Akan tetapi, lanjutnya, keputusan untuk mengajukan gugatan tersebut merupakan murni keputusan dari pihak Toyota. Prinsipal tidak akan berhenti untuk memperjuangkan hak tunggal dan ekslusifnya atas merek Lexus di Indonesia . Salah satu gugatan yang dimenangkan terakhir adalah pada perkara No. 25/Pdt.Sus-Merek/2016/PN. Niaga.Jkt.Pst.
Toyota berhasil menangi sengketa merek melawan Agusman Tanudi di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Budianto mengapresiasi putusan majelis hakim yang telah mengabulkan seluruh petitumnya. Adapun, pihak tergugat sejak awal persidangan tidak pernah hadir, sehingga dianggap tidak menggunakan haknya untuk membantah gugatan.
“Bagus, gugatan kami telah dikabulkan seluruhnya,” ujar Budianto. Dalam persidangan, majelis hakim yang diketuai oleh Eko Sugianto menilai merek tergugat memiliki persamaan pada keseluruhan dengan milik penggugat. Secara visual, kedua merek mengandung susunan kata yang sama, sehingga memiliki persamaan bunyi saat diucapkan. “Membatalkan merek Lexus milik tergugat dengan No. IDM- 000459108 dan memerintahkan Direktorat Merek untuk menaati putusan ini dan membatalkan pen
daftaran tergugat dalam daftar umum,” kata Eko dalam amar putusan yang dibacakan, Rabu (24/8).
Dia menambahkan merek bisa dijadikan sebagai jaminan untuk konsumen dan melindungi kelas barang tertentu. Berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung, persamaan merek berdasarkan persamaan bentuk, komposisi, kombinasi unsur elemen, ucapan, dan penampilan. Dia menjelaskan merek tergugat terdaftar pada kelas barang 9 yang
melindungi antena TV, antena parabola, perangkat penerima digital, dan kabel antena. Adapun, penggugat mendaftarkan mereknya pada kelas barang 12 untuk melindungi mobil, suku cadang, dan perlengkapannya.
Menurutnya, pembatalan pendaftaran merek juga dapat diberlakukan terhadap barang tidak sejenis sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan lebih lanjut. Pertimbangan tersebut sesuai dengan Pasal 6 ayat (2) Undang-un-dang No. 15/2001 tentang Merek.
IKTIKAD BURUK
Majelis hakim menilai merek tergugat didaftarkan atas iktikad yang tidak baik dan memenuhi Pasal 4 UU Merek. Tergugat dinilai telah membonceng dan mendapat keuntungan atas keterkenalan merek penggugat. Lexus, lanjutnya, merupakan merek terkenal karena telah melakukan promosi yang gencardan investasi besar di beberapa negara. Penggugat juga merupakan pendaftar merek Lexus yang pertama di Indonesia dengan No. IDM000361132 sejak 25 Mei 1992.
Toyota diketahui telah berulang-kali mengajukan gugatan pembatalan terhadap pemilik merek Lexus di Indonesia. Dari Juni 2015 saja tercatat ada lima no mor pendaftaran merek Lexus yang berhasil dibatalkan melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Dalam beberapa pertimbangan majelis hakim sebelumnya, Lexus milik Toyota sudah  dinyatakan sebagai merek terkenal dan memiliki hak tunggal. Mayoritas tergugat yang menjadi lawan Toyota kerap tidak hadir selama persidangan dan putusan dikabulkan dengan verstek. Selain melawan Agusman, Toyota juga tercatat pernah membatalkan merek-merek yang meniru Lexus lainnya. Beberapa perkara itu a.l. melawan Lie Sugiarto, Budi, Stan ley Ang, dan PT Lexus Daya Utama.
Pada perkara lawan Lexus Daya Utama beberapa tahun lalu, Toyota kalah di pengadilan niaga, tetapi menang di Mahkamah Agung. Merek Lexus dinyatakan sebgai merek terkenal pada perkara tersebut.
Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami