HEADLINES

Hakim: Masyarakat Resah Bukan karena Unggahan Buni Yani

BTN iklan

Jakarta, LEI – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara tidak sependapat dengan jaksa penuntut umum yang menyebut terjadinya keresahan di tengah masyarakat soal pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akibat unggahan Buni Yani di media sosial.

Majelis hakim dalam putusan terhadap Ahok yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5/2017), tidak sependapat dengan penuntut umum karena unggahan Buni Yani di media sosial di luar kasus Ahok.

“Pengadilan tidak sependapat dengan hal tersebut, karena berada di luar konteks perkara ini,” kata salah satu anggota majelis hakim.

Alasan majelis hakim lainnya, karena di persidangan tidak ada satu saksi pun yang mengatakan bahwa mendapatkan informasi dugaan penodaan agama itu dari unggahan Buni Yani di media sosial.

Buni Yani mengunggah soal pidato Ahok tidak menggunakan kata pakai. “Sedangkan informasi yang diperoleh para saksi ada kata pakai, yaitu dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macem-macem itu,” kata hakim.

Saksi yang melihat rekaman pidato Ahok di YouTube, kemudian mengunduhnya dan menjadikannya sebagai bukti saat melaporkan kasus dugaan penodaan agama ini kepada pihak kepolisian.

Rekaman video yang diunduh dan kemudian dijadikan bukti itu diunggah ke YouTube oleh pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Dengan demikian, timbulnya keresahan di masyarakat adalah akibat ucapan terdakwa tentang surat Al Maidah yang ada di video YouTube yang diunggah Pemprov DKI Jakarta,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami