Harapan Indonesia Berantas Korupsi Bertumpu pada KPK – Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

Harapan Indonesia Berantas Korupsi Bertumpu pada KPK

Prof DR Faisal Santiago

JAKARTA, (LEI) – Pakar Hukum Pidana Universitas Borobudur, Prof. DR. Faisal Santiago mengatakan saat ini Indonesia hanya punya lembaga KPK untuk memberantas tindak pidana korupsi. Wacana pembekuan KPK itu yang diucapkan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat.

“Tidak perlu dibekukan, hanya punya KPK kita buat berantas korupsi saat ini,” katanya pada Jumat (15/9/2017).

Ia menjelaskan kalau memang lembaga anti rasuah itu benar-benar dibekukan, maka harus ada peraturan bahwa tindakan korupsi akan bertumbuh kembang di republik ini. Namun, jika niat tujuannya memperbaiki KPK dipersilahkan.

“Kalau KPK dibekukan sekalian saja dibuat aturannya korupsi ditumbuhkembangkan, tapi kalau KPK diperbaiki boleh,” ujarnya.

Menurut dia, anggota KPK yang ada sekarang adalah pilihan dari DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Harusnya, mereka mempertanyakan kepada Komisioner KPK ketika uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dilakukan.

“Kenapa dipersoalkan, artinya waktu pemilihan anggota KPK itu yang dipertanyakan,” jelas dia.

Revisi UU KPK Perlukah?

“Tidak perlu (revisi UU KPK lah),” tukasnya.

Menurut dia, selama ini tidak ada kesewenangan yang dilakukan oleh pegawai KPK dalam penegakan hukum khususnya menangani perkara tindak pidana korupsi. Karena menurutnya, KPK tentu tegas dan seperti apa yang dilkukannya.

Sementara, Faisal menilai keterangan beberapa orang yang disampaikan hadir dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK memang perlu didalami lagi seperti keterangan Yulianis mantan anak buah M Nazaruddin.

Kemudian Mochtar Effendi selaku orang kepercayaan bekas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), lalu Nico Panji Tirtayasa serta Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman.

“Saya pikir kalau adanya pengakuan dari orang-orang diatas coba saja ditindalaklanjuti, apakah ada kesalahan-kesalahan, hukum, seandainya memang ada apakah itu oknum atau lembaga,” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Faisal, saat ini masyarakat masih sangat percaya dengan kinerja KPK dan terlihat maraknya terjadi operasi tangkap tangan oleh KPK menunjukkan hal tersebut. [inilah]

iklan btn

To Top