Politik

Harapan Reformasi Duet Jonan-Arcandra

BTN iklan

Jakarta, LEI/Antara – Presiden Joko Widodo kembali memilih secara mengejutkan para menteri sebagai pembantunya.

Pada Jumat pukul 13.30 WIB di Istana Negara, Jakarta, Presiden melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral dan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM.

Ignasius Jonan diangkat sebagai Menteri ESDM Kabinet Kerja sisa masa jabatan 2014-2019 melalui Keputusan Presiden Nomor 114/P/2016 tentang pengangkatan Menteri ESDM Kabinet Kerja untuk sisa masa jabatan 2014-2019.

Sementara itu, Arcandra Tahar diangkat sebagai Wakil Menteri ESDM diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 115/P/2016.

Nama Jonan tidak masuk bursa media sebagai calon Menteri ESDM mengingat yang bersangkutan tidak mempunyai pengalaman sektor ESDM sama sekali dan ditambah lagi baru saja diberhentikan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perhubungan.

Sejumlah nama yang masuk bursa media sebagai calon kuat Menteri ESDM antara lain Dirut PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, Pelaksana Tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan, dan termasuk Arcandra Tahar.

Demikian pula, meski masuk bursa, Arcandra cukup mengejutkan kembali ke kabinet mengingat telah dicopot Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM karena status dwikewarganegaraan.

Sebelumnya, saat Presiden menunjuk Arcandra sebagai Menteri ESDM juga tidak tercium publik hingga sesaat sebelum pelantikannya.

Meski belakangan Arcandra diketahui beberapa kali sempat berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo termasuk memberikan masukan soal Blok Masela sebelum ditunjuk sebagai Menteri ESDM.

Pemberitahuan pelantikan Menteri dan Wakil Menteri ESDM pada Jumat siang tersebut pun dilakukan secara mendadak hanya beberapa jam sebelumnya.

Undangan pelantikan yang tanpa nama keduanya di Istana sempat beredar secara viral.

Bahkan, Menteri Jonan mengaku baru diberi tahu akan dilantik sebagai Menteri ESDM sekitar pukul 11.00 WIB.

Demikian pula, Arcandra baru mengetahuinya beberapa jam sebelumnya.

Namun, Jonan mengatakan, dirinya pernah bertemu Presiden sekitar akhir Agustus 2016. “Bicara umum saja,” ujarnya menjelaskan soal isi pertemuan usai pelantikan.

Ia bersyukur ditunjuk kembali untuk membantu Presiden.”Ini tugas besar, saya akan kerjakan,” tambahnya.

Arcandra mengatakan siap mendukung penuh Jonan sebagai Menteri ESDM. “Niat saya pulang ke Indonesia adalah untuk mengabdi,” katanya.

Kepada pers usai pelantikan, Presiden Joko Widodo mengatakan yakin duet Jonan-Arcandra merupakan orang yang tepat.

“Keduanya merupakan figur yang berani, suka terjun ke lapangan. dan mempunyai potensi mereformasi besar-besaran sektor ESDM,” katanya.

Meski, Presiden mengakui keduanya merupakan orang yang cukup keras kepala. “Memang bukan tugas yang mudah, namun saya yakin keduanya bisa sebagai ‘team work’,” lanjutnya.

Presiden juga berharap publik tidak menarik penunjukan Jonan-Arcandra ke ranah politik. “Ini isu manajemen, jangan ditarik ke politik. Saya yakin kedua figur ini punya kompetensi,” ujarnya lagi.

Reformasi ESDM Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berharap duet Jonan-Arcandra bisa menjalankan perintah Presiden mereformasi secara besar-besaran sektor ESDM.

“Paling tidak ada harapan tata kelola sektor ESDM bisa lebih baik,” katanya.

Menurut dia, posisi Wakil Menteri ESDM yang ditempati Arcandra kemungkinan untuk mengakomodasi kepentingan Presiden dan pendukungnya.

“Jonan tidak berpengalaman di bidang energi tapi kredibilitasnya baik, demikian juga integritasnya. Ini bisa mengimbangi sosok Arcandra yang kurang diterima oleh ‘stakeholder’,” ujarnya.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Fahmy Radhi mengatakan pilihan Jonan dan Achandra menunjukkan pergulatan dan tarik menarik cukup kuat yang bermuara pada kompromi, meski sayangnya tidak tepat.

“Jonan dan Achandra tergolong bermasalah. Keduanya pernah diberhentikan dari kabinet dan tentu bermasalah,” katanya.

Mantan Anggota Komite Reformasi Migas tersebut mengkhawatirkan stigma bermasalah keduanya akan menjadi beban yang berkepanjangan.

Namun, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan penanganan sektor ESDM tidak memerlukan orang yang berpengalaman dan mengetahui bisnis di bidang tersebut.

Menurut dia, yang paling penting Menteri ESDM harus orang yang berani memperbaiki sektor tersebut termasuk memberantas mafia dan pemburu rente. “Harus orang yang berani seperti Jonan,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VII DPR Syaikhul Islam Ali mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan duet Jonan-Arcandra. “Banyak pekerjaan besar yang perlu segera diselesaikan,” katanya.

Anggota Dewan dari Fraksi PKB tersebut mengaku terkejut dengan penunjukan Jonan mengingat tidak mempunyai pengalaman sektor ESDM.

“Namun, Presiden tentu sudah berhitung, termasuk ditandem dengan Pak Arcandra sebagai wakil menteri. Pak Arcandra mempunyai kemampuan teknis tinggi,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Anggota Komisi VII DPR Kurtubi.

Politisi Partai Nasdem tersebut mengatakan keduanya sudah ditunjuk Presiden dengan kewenangan prerogratifnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ia berharap Jonan-Arcandra segera bekerja karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Kami tunggu kerja mereka. Sektor ini butuh penanganan segera karena selama ini dikelola secara salah dan merugikan negara,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami