Finansial

Harga Emas 2016 Menguntungkan

BTN iklan

JAKARTA/Lei –Tidak seperti tahun lalu yang memberikan return melempem, pada tahun ini harga emas diprediksi memberikan imbal hasil yang lebih besar. Sampai akhir 2016, harga emas Gold Spot diprediksi bersemayam di antara US$1.220–US$1.280 per troy ounce, sedangkan emas fisik Antam di kisaran Rp560.000–Rp605.000 per gram.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan skenario hambatan harga emas pada 2016 hampir sama seperti tahun lalu, yakni pengerekan suku bunga Federal Reserve pada Desember. Sentimen ini bakal menguatkan greenback, sehingga harga komoditas berdenominasi dolar AS dianggap lebih mahal dan menyurutkan permintaan.

Di sisi lain, kapasitas emas sebagai aset lindung nilai berpindah kepada mata uang dolar. Probabilitas pengerekan suku bunga kini sudah di atas 60% yang menandakan peluang tersebut sangat besar.

Hingga akhir tahun, lanjut Ariston, harga emas Gold Spot dapat bergerak di kisaran US$1.220–US$1.280 per troy ounce, sedangkan emas fisik Antam di posisi Rp506.000–Rp605.000 per gram.

Pada perdagangan Rabu (19/10/2016), harga emas Gold Spot naik 0,53% menuju US$1.269,23 per troy ounce. Sementara emas fisik Antam naik Rp1.000 per gram menjadi Rp562.600–Rp602.000 per gram dengan harga buyback (beli kembali) Rp526.000 per gram.

Angka ini menunjukkan sepanjang tahun berjalan emas spot sudah meningkat 19,61%, sedangkan emas fisik tumbuh 9,47%–11,27%.

Menurut Ariston, membaiknya proyeksi harga emas pada tahun ini disebabkan kekhawatiran Brexit. Pemerintahan Inggris yang baru sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sering menimbulkan pertanyaan pasar.

“Kekhawatiran Brexit bisa meredam pelemahan harga akibat sentimen The Fed,” tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (19/10/2016).

Perdana Menteri Theresia May sudah mengumumkan Brexit secara resmi akan dilakukan Maret 2017. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti pasar perihal kebijakan-kebijakan baru yang menyertai keputusan Inggris berpisah dari Uni Eropa tersebut.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, tahun lalu harga emas fisik Antam memberikan return Rp25.000 per gram atau 4,8% — 5,2%. Akan tetapi, harga buyback (beli kembali) turun Rp2.000 per gram, dari Rp472.000 per gram pada 31 Desember 2014 menjadi Rp470.000 pada 31 Desember 2015.

Sementara itu, harga emas Gold Spot pada 2015 justru terkoreksi 10,4%. Saat tutup tahun 2014, harga menyentuh US$1.184,37 per troy ounce (Rp473.695,04 per gram), yang kemudian turun menjadi US$1.061,1 per troy ounce (Rp470.618,59 per gram) pada 31 Desember 2015.

Akan tetapi, tren harga pada Tahun Monyet Api cenderung lebih baik. Melihat kinerja tahun lalu, puncak harga emas pada 2015 berada di level US$1.302,25 per troy ounce dan titik terendah US$1.051,1 per troy ounce pada 17 Desember 2015.

Momen tersebut bersamaan saat The Fed mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,25%–0,50%.

Sementara puncak harga 2016 ada di posisi US$1.366,33 per trouy ounce 8 Juli 2016, dan titik terbontot US$1.074.61 per troy ounce pada 4 Januari 2016. Adapun rapat The Fed pada akhir tahun dilaksanakan pada tanggal 13-14 Desember 2016.

Tabel Return Emas per 19 Oktober 2016 (dalam persen)
year-to-date (%)     year-on-year (%)
Emas Gold Spot    19,61                         7,92
Emas Antam           9,47–11,27              6,36–6,84
Sumber: Bloomberg, logammulia.com 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close