Kesehatan

Hati Hati,lembur bisa memicu Jantung Tidak Sehat

BTN iklan

Jakarta/Lei – Siapa pun tahu bahwa para pekerja yang rajin lembur adalah pekerja teladan, namun waspadalah karena salah satu efek buruk yang mungkin hadir pada seseorang yang terlalu ‘rajin’ lembur adalah penyakit jantung. Gawat, bukan? Hal ini setidaknya digaungkan oleh sebuah penelitian yang melibatkan 6000 pegawai lembur. Tidak tanggung-tanggung, penelitian ini berlangsung hingga lebih dari 11 tahun.

Pada penelitian tersebut, para pekerja yang lembur selama tiga jam atau lebih tiap hari menghasilkan risiko 60 persen lebih tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan jantung dibandingkan yang tidak lembur. Penyakit jantung yang dibahas dalam penelitian ini mencakup penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan angina. Khusus untuk penyakit jantung koroner, masih diperlukan penelitian lanjutan mengenai seberapa lama waktu lembur yang dapat meningkatkan risikonya.

Lembur Melambangkan Dedikasi, Namun Rentan Kena Depresi

Mungkin predikat pekerja keras dan berdedikasi tinggi akan disematkan kepada mereka yang  sering lembur. Namun sayangnya, selain kemungkinan akan memperbesar risiko terkena penyakit jantung, ternyata juga dapat memperbesar risiko terkena depresi. Risiko terkena depresi bagi mereka yang bekerja 11 jam atau lebih tiap hari cenderung meningkat dua kali lipat dibandingkan mereka yang bekerja 7-8 jam per hari.

Jam kerja yang panjang bisa menguras kemampuan fisik tubuh yang kemungkinan juga berdampak kepada kinerja otak. Menurut salah seorang peneliti, jam kerja yang kelewat panjang kemungkinan akan mengikis waktu pekerja untuk menikmati waktu bersantai. Selain itu, lembur juga dapat menyebabkan seseorang mendapatkan jam tidur lebih sedikit dari yang seharusnya.

Risiko Cedera Mendera Pekerja

Berdasarkan sebuah penelitian, risiko lain yang juga mengemuka pada para pekerja yang sering lembur adalah rentan terkena penyakit dan cedera yang terkait dengan pekerjaan. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang bekerja hingga 12 jam sehari terkait dengan peningkatan risiko 37 persen untuk terkena penyakit dan cedera karena pekerjaannya. Sementara bagi mereka yang bekerja minimal 60 jam tiap minggu, risiko terkena hal serupa meningkat hingga 23 persen. Adapun berbagai penyakit yang dibahas dalam penelitian tersebut antara lain diabetes, infeksi kronis, keluhan kesehatan secara umum, atau bahkan kematian.

Meski berisiko menimbulkan risiko negatif bagi pelaku, bukan berarti seseorang tidak boleh lembur. Bagaimanapun, menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan bagi tiap pekerja adalah sebuah keharusan. Setidaknya buatlah semacam rencana kerja harian atau mingguan secara terpadu untuk menghindari keterlambatan penyelesaian kerja. Ambillah pilihan lembur seperlunya saja, yaitu sebatas untuk mengejar ketertinggalan.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami