Liputan

HENRI SUBIAKTO: Kemenangan Anies Punya makna Luas di Istana

BTN iklan

Lei 20/4 – Pengamat komunikasi politik Prof. Dr. Henri Subiyakto, mengatakan, Pilkada Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta telah usai yang dimenangi oleh Anies R Baswedan – Sandiaga S Uno dengan perolehan suara sekitar 58 persen, sementara Basuki Tjahaya dan Jarot sekitar 42 persen. “Kemenangan Anies – Sandi tersebut mempunyai makna luas dikalangan istana, karena selama ini banyak tuduhan kalau Presiden dan koleganya ikut “bermain”,” katanya Kamis.
Dengan begitu, kata Henri, Pilkada Jakarta yang berjalan damai, dan kondusif itu patut disyukuri oleh kita bersama meskipun sebelumnya banyak isyu-isyu yang berkembang, termasuk isyu adanya pemihakan Presiden kesalah satu calon.
” Kita layak bersyukur, akhirnya Anies Sandi menang cukup mutlak dengan perolehan sekitar 58%. Sedang Ahok Djarot memperoleh sekitar 42%.
Kemenangan Anies Sandi ini memiliki makna yang luas,” katanya, menegaskan.
Pertama, meruntuhkan banyak tuduhan yang selama ini dialamatkan ke Presiden dan aparat negara. Sebelum Pilkada, sosmed diramaikan dengan tuduhan Presiden melindungi Ahok, TNI Polri juga dianggap tidak netral, KPU pun dituduh akan memenangkan Ahok Djarot.
Tak hanya itu, beredar pula tuduhan, bahwa lembaga quick count dan media mainstream akan memenangkan Ahok Djarot, menggiring opini untuk melegitimasi hasil perhitungan KPUD yang mengutungkan Ahok Djarot.
Pokoknya kalau mengikuti media sosial, seakan begitu buruknya Pemerintahan Jokowidodo dan Jusuf Kalla, seakan akan melakukan apa saja untuk memenangkan paslon 2.
Bukan hanya tuduhan tentang keberpihakan negara, tapi ancaman akan demo dan jihad sudah disuarakan.
Intinya, kata Henri, ada upaya terstruktur dan massif bahkan dzolim untuk memenangkan Ahok Djarot. Dan Indonesia pun akan gawat jika Ahok sampai menang. Karena beberapa pihak ada yg mengancam demo besar besaran. Tentu keadaan seperti ini tidak dibiarkan oleh presiden dan aparat negara.
Henri yang juga dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menambahkan, dengan adanya kabar “burung”, Polisi dan militer telah bersiap siaga secara penuh. Kekuatan didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menko Polkam, Panglima TNI dan Kapolripun menunjukkan kekuatan sekaligus menjamin Pilkada DKI aman.

Hasilnya kita ketahui Anies Sandi menang.
Pilkada aman, semua kekhawatiran dan tuduhan tidak terbukti. Ini makna kedua yaitu NKRI pun terjaga dan semakin kuat dengan hasil Pilkada DKI sekarang ini.
Pemerintahan Jokowi dan aparat negarapun tentunya juga lega dengan keadaan yang aman dan lancar ini. Dengan kemenangan Anies Sandi, tidak beralasan lagi untuk menuduh Presiden dan aparat itu tidak netral, apalagi menganggap akan memenangkan Ahok dengan berbagai cara tidak terbukti. Ahok terbukti kalah telak.
Ia juga mengingatkan, kepada yang mereka selama ini berseberangan, membenci, dan memusuhi tim Ahok, untuk kembali menjaga persatuan demi Jakarta yang aman dan teduh.
Warga Jakarta tingal menunggu dan membuktikan implementasi janji Anies Sandi setelah dilantik sebagai Gubernur. Selama ini Anies telah menunjukkan kepiawaian tampil elegan, dalam berbagai posisi politik. Belakangan terbukti sukses memesona sebagian besar warga DKI. Komunikasi politik pak Anies sudah tidak disangsikan lagi berhasil menarik simpati hingga terpilih sebagai Gubernur.
Biasanya, janji tidak mudah untuk diemplementasikan, namun bagi seorang Anies, janji harus dimaknai sebagai hutang jika karir politik dan sebagai pejabat publik akan terus dikenang oleh banyak orang, katanya. yus/dewa

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami