HEADLINESKesehatanLifestyleLiputanOlahraga

Hipertensi : Penanganan Dengan Lifestyle Modification

BTN iklan

(LEI) – Hipertensi atau peningkatan tekanan darah disebabkan peningkatan volume darah atau elastisitas pembuluh darah. Menurut The seventh Report of the Joint National Commite on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC-VII)Tekanan darah normal yaitu jika sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg; Prehipertensi yaitu jika sistolik 120-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg; Hipertensi grade 1 yaitu jika sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg; Hipertensi grade 2 yaitu jika sistolik >160 mmHg atau diastolik >100mmHg.

Target Tekanan Darah

American Heart Association (AHA) merekomendasikan target tekanan darah yang harus dicapai, yaitu 140/90 mmHg. Untuk pasien dengan penyakit ginjal kronik, penyakit arteri kronik atau ekuivalen penyakit arteri kronik target tekanan darah yang harus dicapai yaitu 130/80 mmHg, dan ≤ 120/80 mmHg untuk pasien
dengan gagal jantung.

Lifestyle Modification

Pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner yang dapat saling berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi dapat dilakukan pada faktor risiko yang dapat diubah, dengan usaha-usaha sebagai berikut :

a. Mengatasi obesitas/menurunkan kelebihan berat badan
Obesitas bukanlah penyebab hipertensi. Akan tetapi prevalensi hipertensi pada obesitas jauh lebih besar. Risiko relatif untuk menderita hipertensi pada orang-orang gemuk 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan seorang yang badannya normal. Sedangkan, pada penderita hipertensi ditemukan sekitar 20-33% memiliki berat badan lebih (overweight). Dengan demikian obesitas harus dikendalikan dengan menurunkan
berat badan. Menjaga berat badan dalam rentang BMI = 18,5-24,9 kg/m2. Penurunan potensial tekanan darah sistolik mencapai 5-20 mmHg per 10 kg penurunan berat badan.

b. Mengurangi asupan garam didalam tubuh
Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan makan penderita. Batasi sampai dengan kurang dari 5 gram ( 1 sendok teh ) per hari pada saat memasak. Penurunan potensial tekanan darah sistolik mencapai 2-8 mmHg.

c. Ciptakan keadaan rileks
Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat menontrol sistem syaraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.

d. Melakukan olah raga teratur
Berolahraga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3­ – 4 kali dalam seminggu, disarankan untuk berjalan-jalan 1 mil per hari. Dengan ini diharapkan dapat menambah kebugaran dan memperbaiki metabolisme tubuh yang ujungnya dapat mengontrol tekanan darah. Penurunan potensial tekanan darah sistolik mencapai 4-9 mmHg

e. Berhenti merokok
Merokok dapat menambah kekakuan pembuluh darah sehingga dapat memperburuk hipertensi. Zat-zat kimia beracun seperti nikotin dan karbon monoksida yang dihisap melalui rokok yang masuk ke dalam aliran darah dapat merusak lapisan endotel pembuluh darah arteri, dan mengakibatkan proses artereosklerosis, dan tekanan darah tinggi.

f. Kurangi konsumsi alkohol
Hindari konsumsi alkohol berlebihan. Penurunan potensial tekanan darah sistolik mencapai 2-4 mmHg.
Laki-Iaki : Tidak lebih dari 2 gelas per hari
Wanita : Tidak lebih dari 1 gelas per hari

Jadi, modifikasi gaya hidup merupakan upaya untuk mengurangi tekanan darah, mencegah atau memperlambat insiden dari hipertensi, meningkatkan efikasi obat antihipertensi, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Simple dan banyak manfaatnya sobat sehat LEI!

(dr. Naomi Chandradewi Manangka)

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami