Internasional

Hizbullah Nyatakan Raih Kemenangan dalam Pemilihan Umum Lebanon

BTN iklan

BEIRUT (LEI) – Hasil pemilihan umum Lebanon menunjukkan bertambahnya dukungan bagi kelompok Hizbullah dan para sekutu politiknya, terutama di tengah ketegangan antara negara tersebut dengan Israel. Hasil ini diprediksi akan semakin melemahkan pemerintahan Sunni pimpinan Perdana Menteri Saad al-Hariri

Reuters, Selasa (8/5/2018) melaporkan, jumlah anggota parlemen dari kubu Hizbullah kurang lebih sama seperti sebelumnya, tetapi kandidat yang didukung oleh kelompok itu dan sekutunya mendapat dukungan di kota-kota besar Lebanon. Berdasarkan hasil pemilihan terbaru yang diumumkan, Hizbullah dan partai sekutunya mendapatkan lebih dari setengah dari jumlah kursi di 14 dari 15 distrik pemilihan di Lebanon.

Meski hasil resmi pemilihan belum diumumkan, Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah telah menyatakan bahwa kelompok Syiah itu dan sekutunya telah mendapatkan “kemenangan” dalam pemilihan tahun ini.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Nasrallah mengumumkan “kemenangan politik dan moral yang besar bagi opsi perlawanan untuk mempertahankan kedaulatan negara”. Dia tidak menyebutkan berapa jumlah kursi parlemen yang diperoleh Hizbullah dan sekutu mereka, tetapi mengatakan bahwa tujuan kampanye pemilihan mereka telah “tercapai dan terpenuhi”.

Hasil ini diprediksi akan membuat pemerintahan Perdana Menteri Saad al-Hariri melemah dan menegaskan kembali pengaruh Iran sebagai sekutu Hizbullah dalam persaingan pengaruh di kawasan.

Pada pemilihan 2009, koalisi anti-Hizbullah yang dibentuk Hariri dengan dukungan Arab Saudi berhasil meraih kursi mayoritas di parlemen. Namun, dukungan Arab Saudi pada Hariri tidak lagi sekuat sebelumnya karena Riyadh lebih memilih untuk menghadapi Iran di wilayah lain di Timur Tengah, terutama di Yaman.

Diwartakan BBC, partai Hariri dilaporkan meraih 21 kursi yang berarti berkurang 33 kursi dari pemilihan 2009. Meski meraih hasil yang mengecewakan, dia berjanji untuk berpartisipasi dalam menjaga stabilitas politik dan untuk meningkatkan kehidupan rakyat Lebanon.

Hasil pemilihan di Lebanon menimbulkan reaksi keras dari pemerintah Israel. Menteri Pendidikan Israel, Naftali Bennett mengatakan bahwa dengan hasil pemilihan ini, Lebanon dan Hizbullah sudah tidak dapat lagi dibedakan.

“Negara Israel tidak akan membedakan antara negara berdaulat Lebanon dan Hizbullah, dan akan melihat Lebanon sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tindakan apa pun dari dalam wilayahnya,” kata Bennett melalui Twitter. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami