BTN iklan
EkonomiLiputanNasional

HNSI: Nelayan Langkat Hentikan Pengoperasian Pukat Hela

MEDAN, 17/5 (LEI) – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada nelayan tradisional di Kabupaten Langkat, Sumut dengan penuh kesadaran segera menghentikan penggunaan alat tangkap pukat hela, karena tidak ramah lingkungan.

Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli, di Medan, Kamis, mengatakan nelayan tersebut, harus mematuhinya dan jangan lagi menggunakan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) yang merusak lingkungan di laut.

Pelarangan alat tangkap tersebut, menurut dia, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yang mencakup perairan Kabupaten Langkat dan Selat Malaka.

“Jadi, nelayan pemodal besar itu, diharapkan jangan lagi menggunakan alat tangkap tersebut,” ujar Nazli.

Ia mengatakan, larangan menggunakan alat tangkap yang ilegal itu, bertujuan untuk menyelamatkan sumber biota terdapat di perairan Langkat.

Karena, selama ini dengan menggunakan alat tangkap tersebut, juga merusak terumbu karang dan mengguras habis bibit ikan yang terdapat didasar laut.

“Alat tangkap tersebut, memiliki jaring yang sangat halus dan mampu mencapai kedalaman beberapa meter hingga ke dasar laut,” ucapnya.

Nazli menjelaskan, Pemkab Langkat melarang nelayan menggunakan alat tangkap itu, demi menyelamatkan ekosistem dan sumber hayati yang terdapat di laut, jika terus dibiarkan akan mengalami kepunahan.

Sehubungan dengan itu, Pemkab Langkat bertanggung jawab melakukan pencegahan atas kerusakan laut di Pantai Timur Sumatera.

Hal ini dilakukan demi kelangsungan dan pelestarian lingkungan hidup di perairan Langkat, yang selama ini banyak mengalami pencemaran.

“Nelayan Langkat juga harus memiliki tanggung jawab untuk penyelamatan lingkungan di laut dengan cara tidak menggunakan lagi pukat tarik dan pukat hela yang dilarang pemerintah itu,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melarang pukat tarik beroperasi diperairan setempat, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Guna menjaga kelestarian laut, Pemkab Langkat melarang penggunaan alat penangkapan ikan berupa pukat hela dan pukat tarik yang dapat merusak lingkungan dan sumber daya alamnya.

Hal itu, semua sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015.

Untuk itu diharapkan terobosan dan kebijakan yang strategis ini akan memberikan manfaat bagi para nelayan dan pengelolaan hasil perikanan di Kabupaten Langkat akan semakin meningkat. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close