Liputan

Hoax, Kali Ini Catut Nama Mahfud MD Untuk Serang Eggi Sudjana

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Jika anda kurang waspada terhadap pesan broadcast dan jejaring sosial, maka anda akan dengan mudah termakan hoax. Kali ini sebuah pesan hoax mencatut nama Mahfud MD untuk menyerang Eggi Sudjana.

Dalam pesan hoax, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu disebut menulis sebuah artikel yang meng-counter pernyataan Eggi Sudjana. Isinya adalah konsep Ketuhanan Yang Maha Esa yang disampaikan Eggi saat menghadiri sidang Perppu Ormas di MK 2 Oktober lalu.

Penyebaran artikel berjudul ”Eggi Sudjana, Ormas, dan Konsep Trinitas” itu banyak ditemukan di grup-grup maupun broadcast messages di aplikasi chatting. Namun, kemarin (13/10) pesan tersebut juga banyak tersebar di media sosial.

Artikel yang mengatasnamakan Mahfud itu cukup panjang. Terdiri atas 2.437 kata dan 14.625 karakter (tanpa spasi).

Mahfud dibuat seolah-olah tidak sedang menyerang Eggi. Tapi ingin menyampaikan konsep Trinitas dalam Kristen. Sebab, dalam statemennya, Eggi memang sempat membahas Trinitas dalam Kristen dan Trimurti dalam Hindu.

”Saya tidak mendedikasikan tulisan ini kepada Eggi Sudjana secara khusus tetapi juga kepada semuanya saja, yang sekedar ingin tahu mengenai konsep Trinitas dalam kristen. Benarkah Umat Kristen menyembah Tiga Tuhan? Dan benarkah hal itu bertentangan dengan Pancasila Sila Pertama?” Begitulah kalimat pembuka pada artikel yang mencatut nama Mahfud.

Namun, melalui akun Twitter-nya, Mahfud membantah telah membuat tulisan itu.

”Ada tulisan beredar secara viral, ‘Egi Sujana, Ormas, dan Konsep Trinitas’. Disebutkan saya sebagai penulisnya. Saya nyatakan itu bukan tulisan saya,” kicau guru besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia tersebut.

Mungkin nama Mahfud dicatut agar tulisan itu dipercaya banyak orang. Apalagi, polemik soal pernyataan Eggi memang terjadi dalam gugatan Perppu 2/2017 di gedung MK. Mahfud sendiri merupakan mantan orang nomor satu di lembaga tersebut.

Bukan hanya Mahfud yang pernah menjadi korban pencatutan nama untuk menyebarkan sebuah artikel. Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra pernah menjadi korban modus yang sama. Nama Yusril dicatut seolah-olah membuat tulisan tentang adanya kekuatan besar, di antaranya komunis, yang menguasai segala sendi kehidupan bernegara. [jawapos]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami