Pailit

Home Solution Gulung Tikar

BTN iklan

Jakarta, LEI –  Peritel alat rumah tangga PT Home Solution Indonesia akhirnya gulung tikar dan harus merelakan seluruh aset perusahaan diambil oleh kurator untuk membayar tunggakan utang.

Toko ritel yang menghiasi beberapa pusat perbelanjaan ini resmi pailit seiring dengan ketok palu majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

PT Home Solution Indonesia (debitur) sudah tidak sanggup membayar utangnya kepada 38 kreditur, dengan kewajiban yang belum dibayar senilai Rp125,36 miliar.

“Betul, PT Home Solution sudah resmi pailit,” ujar panitera pengganti Abdul Somad ketika dikonfirmasi Bisnis, Rabu (17/1).

Kuasa hukum PT Home Solution Indonesia Anselmus B. P. Sitanggang mengatakan, ketok palu majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menandai berakhirnya bisnis perseroan.

Debitur menyerahkan pelunasan utang kepada tim kurator, yang selanjutnya bertugas menjual seluruh aset tersisa milik debitur untuk dilego dan dibayarkan kepada kreditur.

“Sekarang sudah tugas kurator mengeksekusi budel pailit,” katanya kepada Bisnis, Rabu (17/1).

Kendati demikian, rapat kepailitan terus berjalan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Proses tersebut akan diawasi oleh hakim pengawas.

Anselmus menjelaskan, debitur memiliki aset bangunan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Aset tersebut berupa tiga rumah toko (ruko) berderet. Hanya saja, dia belum dapat memastikan apakah aset tersebut dapat menutupi seluruh tagihan.

Debitur, lanjut Anselmus, menyayangkan putusan pailit. Namun apa daya, investor yang hendak membantu perusahaan menyatakan mundur.

Ketua majelis hakim Wiwik Suhartono menyatakan PT Home Solution Indonesia (debitur) dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya, sejak Jumat (12 Januari).

Putusan itu diambil setelah majelis hakim mendapatkan laporan dari hakim pengawas dan tim pengurus.

Wiwik menyatakan, debitur tidak menyodorkan proposal perdamaian selama masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Seharusnya, masa tersebut dimanfaatkan untuk debitur merestrukturisasi utang sehingga dicapai perdamaian dengan para kreditur. Skema rekstrukturisasi pembayaran harus dicantumkan dalam proposal perdamaian.

PERPANJANGAN PKPU

Debitur juga sempat meminta perpanjangan PKPU selama 35 hari. Namun, waktu tersebut tidak digunakan untuk merancang rencana perdamaian. Debitur berdalih gagal mendatangkan investor. Dengan begitu, debitur menyatakan tidak memiliki apapun untuk ditawarkan.

Majelis hakim mengatakan, pailit merupakan konsekuensi debitur yang tidak menyerahkan rencana perdamaian. Hal ini diatur dalam pasal 230 ayat (1) UU No.37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

Perkara ini bermula dari permohonan pailit yang diajukan oleh PT Best Communication Indonesia terhadap PT Home Solution Indonesia. Perkara ini terdaftar dengan No.59/Pdt.Sus-Pailit/2017/PN.Jkt.Pst.

Namun, perkara kepailitan ini dijawab dengan pengajuan PKPU sukarela oleh PT Home Solution Indonesia. Perkara PKPU atas jawaban pailit ini terdaftar di nomor registrasi 136/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Jkt.Pst.

Perkara 136 itu lantas dikabulkan oleh majelis hakim dengan mempertimbangkan dalil PT Home Solution.

Pada saat itu, Home Solution menuliskan tidak ingin pailit karena bisnis perusahaan masih prospektif. Perusahaan sanggup membayar utang-utang mereka.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

92 Komentar

  1. I’m impressed, I have to admit. Genuinely rarely should i encounter a weblog that’s both educative and entertaining, and let me tell you, you may have hit the nail about the head. Your idea is outstanding; the problem is an element that insufficient persons are speaking intelligently about. I am delighted we came across this during my look for something with this.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami