Internasional

Hongkong Demo Besar, WNI harus Waspada

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Hong Kong untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini dirilis setelah adanya demo besar yang mengguncang Hong Kong.

Dalam sebuah imbauan yang dirilis di aplikasi Safe Travel, pada Senin (10/6), Kemlu RI mengimbau kepada WNI di Hong Kong untuk menghindari kerumunan massa dan menjauhi lokasi unjuk rasa.

“Kami mengimbau Anda yang tinggal di Hong Kong untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa, menjauhi daerah terdampak unjuk rasa, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat,” bunyi imbauan tersebut.

“Bagi Anda yang berencana ke Hong Kong, kami mengimbau Anda untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi-lokasi unjuk rasa. Apabila Anda membutuhkan bantuan, hubungi KJRI Hong Kong di nomor +852 6773 0466 atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kemlu,” sambungnya.

Aksi unjuk rasa ini sendiri dilakukan untuk memprotes rencana pengesahan RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka kasus kriminal dikirim dan diadili di China.

Sementara itu, sebelumnya diwartakan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam yang dikenal pro-Beijing menegaskan bahwa rancangan udang-undang (RUU) ekstradisi China tidak akan dicabut, meski adanya penolakan dari masyarakat.

Aturan yang merupakan amandemen undang-undang Hong Kong tersebut memungkinkan tersangka kriminal yang diburu Beijing diekstradisi atau dihukum di China. RUU akan mulai diperdebatkan parlemen setempat Rabu nanti dan kemungkinan besar akan disahkan.

Kelompok aktivis dan kubu oposisi menentang RUU itu dengan alasan sistem hukum di China sarat dengan penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, pengakuan paksa dan masalah akses untuk pengacara. [Sindo]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four − 4 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami