Hukum

Hotman Paris Pertanyakan Keabsahan BANI Sovereign

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Perkumpulan Badan Arbitrasi Nasional Indonesia (BANI) atau yang kerap disebut BANI Sovereign lantaran berkantor di Gedung Sovereign Plaza, TB Simatupang, Jakarta Selatan digugat oleh PT Maybank Indonesia Tbk, terkait sengketa jual beli saham PT Wahana Ottomita Multhiarta (WOM Finance) dengan PT Reliance Capital Management. Menanggapi hal itu, Dewan Pengawas BANI Sovereign Anita Dewi Anggraeni Kolopaking menyatakan bahwa pihaknya merupakan BANI yang legal.

“Kita kan jelas, berbadan hukum, bahkan di dalam putusan PN Jaksel itu sudah dijelaskan BANI Mampang yang tidak sah,” kata Anita yang juga merupakan kuasa hukum BANI Sovereign,

Sementara putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dimaksud Anita adalah gugatan perkara bernomor 674/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL. Dalam perkara ini BANI Sovereign menggugat BANI lama atau yang sering disebut BANI Mampang, kareba berkantor di Mampang, Jakarta Selatan.

Anita sendiri menilai bahwa Hotman Paris selaku kuasa hukum Maybank tak mengikuti perkembangan, khususnya soal keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut.

“Kalau dia mempertanyakan kabsahan kami, apakah mereka tak mengikuti perkembangannya selama ini? Seharusnya Hotman Paris mengikuti perkembangan hukumnya bagaimana, kita legal, dan sesuai dengan fakta hukum,” ucap dia.

Sementara itu, Hotman Paris, kuasa hukum Maybank mengatakan bahwa putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut merupakan hal terpisah dari gugatannya. Sebab sebut dia, dalam perjanjian antara Maybank dan Reliance disepakati, jika kelak ada sengketa, kedua pihak sepakat menyelesaikannya di BANI Mampang.

“Putusan (PN Jaksel) itu urusan lain, tidak ada urusan. Pokoknya kita, Maybank mengatakan, tidak kenal BANI baru,” ucap Hotman.

Sekadar informasi, gugatan Maybank sendiri terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor nomor 229/Pdt.G/2018/PB JKT.SEL pada 9 Maret 2018. Maybank menolak penyelesaian sengketa jual beli saham dengan Reliance diselenggarakan oleh BANI Sovereign. Lantaran tak sesuai dengan perjanjian ke dua pihak.

Dalam gugatan ini, ada 10 tergugat yang diajukan. Mereka adalah Bani Sovereign (tergugat 1), Erry Firmansyah (tergugat 2), Arno Gautama Harjono (tergugat 3), Tri Legono Yanuarachmadi (tergugat 4), Anita Dewi Anggraeni Kolopaking (tergugat 5), Bacelius Ruru (tergugat 6), Titi Nurmala Siagian (tergugat 7), PT Reliance Capital Management (tergugat 8), Anton Budidjaja (tergugat 9), dan Tony Budidjaja (tergugat 10).

Maybank meminta ganti rugi kepada seluruh tergugat dengan nilai total Rp 2,5 triliun dengan bunga 6 persen per tahun hingga dibayar lunas. [Kontan]

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, yang dimaksud dengan arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa, jika klausula penyelesaian sengketa dengan cara arbitrase telah disepakati para pihak yang bersengketa tersebut (Pasal 3 UU Arbitrase dan APS).
    Dalam kasus ini PT Maybank Indonesia Tbk dan PT Reliance Capital Management dalam perjanjiannya telah bersepakat jika kelak ada sengketa, kedua belah pihak sepakat menyelesaikannya di BANI Mampang. Maka PT Reliance Capital Management telah melakukan wanprestasi. Wanprestasi dapat diartikan sebagai tidak terlaksananya prestasi karena kesalahan debitur baik karena kesengajaan atau kelalaian. Bentuk wanprestasi yang dilakukan oleh PT Reliance adalah melaksanakan tetapi tidak seperti yang diperjanjikan. Akibat hukum atau sanksi berupa “Debitur wajib membayar ganti rugi setelah dinyatakan lalai ia tetap tidak memenuhi prestasi itu”. (Pasal 1243 KUHPerdata)
    Ini diluar dari Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bernomor 674/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL yang belum berkekuatan hukum tetap.

    Rory Febriana Samsiadi
    2015520009
    Universitas Sahid Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close