Hukum

HT Laporkan Jaksa Agung Soal Tersangka SMS Ancaman

BTN iklan

Jakarta, LEI – Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT), melaporkan Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo ke Bareskrim Polri karena menyebutnya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus SMS ancaman terhadap jaksa Yulianto.

“Hari ini kami tim kuasa hukum Hary Tanoe akan melaporkan Jaksa Agung,” kata kuasa hukum HT, Adi Dharma Wicaksono, di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (19/6).

Menurut Adi, Prasetyo tidak berwenang menyebut kliennya sebagai tersangka karena yang menangani perkara ini adalah Direktorat Siber Bareskrim Polri.‎

“Disinyalir mencemarkan nama baik Hary Tanoe yang mana yang bersangkutan mengatakan Hary Tanoe tersangka,” kata Adi.

Menurut Adi, klienya melaporkan Prasetyo diduga melanggar UU ITE Pasal 27 juncto Pasal 45 juncto Pasal 310, 311 KUHP. “Kami hanya menegakkan hukum di sini. Karena itu hari ini kami melaporkan Jaksa Agung,” ujarnya.

Sebelumnya, Prasetyo menyebut HT sudah berstatus tersangka kasus SMS ancaman terhadap Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Yulianto.

Sementara Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, di Jakarta, Jumat (16/6), mengatakan, kasus dugaan SMS bernada ancaman sendiri masih dalam tahap penyelidikan.

“Saat ini dalam proses penyeledikan. Dalam proses penyelidikan ini penyidik mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, yang saat ini sudah 13 orang saksi yang diperiksa, termasuk di dalamnya ahli untuk kita ambil keterangan,” kata Martinus.

Martinus tetap menyampaikan jawaban senada saat wartawan mengkonfirmasi pernyataan Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo yang menyebut HT sudah berstatus tersangka, karena Kejagung sudah menerima SPDP-nya dari penyidik Bareskrim Polri.

“Saat ini kita masih dalam proses penyelidikan, minggu depan kita akan gelar [perkara]. Kita akan tentukan apakah ini bisa naik ke penyidikan atau tidak,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami