Hukum

Hutan Karhutla dibakar, polisi tangkap pelaku

BTN iklan

Polisi telah menetapkan 139 tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) hingga Senin (21/9/2020) kemarin. ” Tersangka dari laporan polisi perorangan sebanyak 137 orang, sedangkan tersangka dari laporan polisi korporasi sebanyak dua,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2020). Secara keseluruhan, polisi menangani 129 kasus karhutla dengan total area hutan dan ladang yang terbakar seluas 532,59 hektare.
Dibanding data hingga Senin (14/9/2020) pekan lalu, Awi mengungkapkan adanya penambahan satu kasus. “Sebenarnya ini dari minggu yang lalu ada penambahannya satu kasus, yaitu di Polda Sumatera Selatan,” tutur dia. Diberitakan, kasus karhutla yang ditangani aparat kepolisian tersebar di 11 provinsi. Polda Riau yang paling banyak menangani kasus ini dengan total 63 orang dan dua perusahaan sebagai tersangka. Diikuti dengan Polda Sumatera Selatan yang telah menetapkan 24 orang tersangka. Kemudian, Polda Jambi menetapkan 14 orang sebagai tersangka kasus karhutla.

Polda lain yang menangani kasus ini antara lain, Polda Kalimantan Tengah (12 orang tersangka), Polda Kalimantan Barat (12 orang tersangka), Polda Sumatera Utara (4 orang tersangka). Selanjutnya, Polda Kalimantan Utara (4 orang tersangka), Polda Bangka Belitung (dua orang tersangka), Polda Kalimantan Timur (satu tersangka). Sementara, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh Polda Aceh dan Polda Jawa Timur.

Polda Riau yang paling banyak menangani kasus ini serta memiliki area lahan yang terbakar terluas. “Luas area terbakar 348,4475 hektare. Dalam kasus ini sebanyak 63 orang telah ditetapkan sebagai tersangka perorangan dan dua korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya. Diikuti dengan Polda Sumatera Selatan yang telah menetapkan 24 orang tersangka. Luas hutan dan ladang yang terbakar menurut catatan Polri seluas 34,252 hektare.

Sumber: Kompas

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami