Internasional

Ikuti Inggris, 14 Negara Eropa Akan Usir Diplomat Rusia

BTN iklan

BRUSSELS (LEI) – Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk, mengumumkan 14 negara anggota Uni Eropa (UE) memutuskan untuk mengusir diplomat Rusia dari negaranya. Namun, pria asal Polandia itu tidak menerangkan negara mana saja yang memutuskan mengusir diplomat Rusia.

“Hari ini 14 negara anggota UE memutuskan untuk mengusir diplomat Rusia sebagai tindak lanjut dari diskusi Komisi Eropa pekan lalu mengenai serangan Salisbury,” cuit Donald Tusk lewat akun Twitter, Senin (26/3/2018).

Langkah serupa dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) yang mengusir 60 orang diplomat Rusia dari negaranya. Negeri Paman Sam juga akan menutup aktivitas Konsulat Rusia yang berada di Seattle. Langkah yang sama akan ditempuh Jerman, Prancis, dan Ukraina.

Di tempat terpisah, Kementerian Luar Negeri Lithuania mengumumkan akan mengusir tiga orang diplomat Rusia. Vilnius juga akan melarang sekira 44 orang warga negara Rusia yang akan masuk ke Lithuania.

“Dengan mengusir orang-orang yang terlibat aktivitas yang bertentangan dengan status diplomatik mereka, negara-negara sudah mengekspresikan solidaritas mereka terhadap Inggris Raya dan mengambil langkah terhadap jaringan mata-mata Rusia di Eropa,” ujar Kementerian Luar Negeri Lithuania, mengutip dari Reuters.

Di Praha, Perdana Menteri Republik Ceko, Andrej Babis mengatakan, negaranya akan mengusir tiga orang diplomat Rusia. Pengusiran itu dilakukan setelah negara-negara UE mendeklarasikan bahwa Rusia kemungkinan besar terlibat dalam peracunan Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret.

Inggris telah terlebih dahulu mengusir 23 orang diplomat Rusia pada 15 Maret. Mereka diberi waktu hingga 22 Maret untuk meninggalkan wilayah Negeri Ratu Elizabeth. Perdana Menteri (PM) Theresa May menyebut, puluhan diplomat itu dianggap sebagai agen intelijen yang tidak diumumkan.

Sebagaimana diberitakan, Sergei dan Yulia Skripal ditemukan tidak sadarkan diri setelah terpapar racun Novichok yang cukup mematikan. Inggris menuduh pemerintah Rusia mendukung upaya pembunuhan itu karena racun tingkat militer tersebut hanya dikembangkan di Uni Soviet. London bergeming meski Moskow berulang kali membantah tuduhan tersebut. (antara)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami