Internasional

Ilmuwan Temukan Fosil Laba-Laba Berusia 100 Juta Tahun di Myanmar

BTN iklan

KANSAS, Lei – Sejumlah ilmuwan menemukan empat spesimen fosil arakhnida, yang disebut Chimerarachne yingi, di sebuah hutan hujan tropis di Myanmar. Makhluk tersebut berasal dari sekira 100 juta tahun yang lalu pada masa dinosaurus.

Arakhnida itu berbentuk persi seperti laba-laba beserta organ penenun jaringnya. Yang membedakan, fosil arakhnida itu memiliki ciri-ciri khas buntut berbentuk milik cambuk yang dipenuhi rambut pendek yang mungkin dipakai untuk merasakan kehadiran predator dan juga mangsanya.

“Ini adalah fosil yang bisa menjadi kunci untuk memahami asal-muasal laba-laba,” ujar Paleontologi dari Chinese Academy of Sciences, Bo Wang, mengutip dari Reuters, Selasa (6/2/2018). Fosil hewan itu dipamerkan di University of Kansas, Amerika Serikat (AS), pada Senin 5 Februari.

“Fosil baru ini cukup banyak menunjukkan cabang awal dari laba-laba, dan menyiratkan bahwa ada garis keturunan laba-laba berekor yang diperkirakan berasal dari zaman Paleozik (era geologi yang bertahan 251 juta tahun lalu) dan bertahan setidaknya melalui periode Krustasea Asia Tenggara,” imbuhnya.

(Meski terlihat seram, Chimerarachne hanya berukuran 7,5 mm. Foto: Reuters)

Meski deskripsi hewan itu nampak menyeramkan, Chimerarachne hanya berukuran panjang 7,5 milimeter (mm). Ukuran tubuh itu hanya lebih panjang sedikit dari total panjang ekornya. Paleontologi dari University of Kansas, Paul Selden mengatakan, Chimerarachne menunjukkan semacam ‘missing link’ antara laba-laba modern dengan leluhurnya.

“Chimerarachne bisa dikategorikan sebagai laba-laba. Namun tergantung di mana kita memutuskan untuk menarik garisnya. Saya yakin orang yang fobia laba-laba tidak menyukai makhluk ini, kecuali karena ukurannya yang hanya beberapa milimeter, sehingga tidak akan terlihat,” urai Paul Selden.

Hewan-hewan yang masuk famili arakhnida awal, seperti laba-laba; kalajengking; tungau; kutu; dan lainnya, diketahui hidup pada 420 juta tahun yang lalu. Laba-laba paling tua yang diketahui hidup pada 315 juta tahun lalu.

Sejumlah hewan dan tanaman ditemukan dalam keadaan terawetkan dengan baik di dalam amber, yakni fosil dari resin pohon. Banyak dari amber itu dapat ditemukan di Myanmar. Chimerarachne itu mungkin saja hidup di bawah kulit kayu atau lumut di kaki pohon.

“Keempat spesimen itu seluruhnya jantan, yang mungkin sedang berkeliling mencari betina. Chimerarachne kemungkinan besar menenun selembar jaring, dan liang yang dilapisi sutra. Laba-laba menggunakan sutra untuk banyak tujuan, menangkap mangsa contohnya. Membungkus telur adalah fungsi vital dari sutra laba-laba, juga untuk menjadi penunjuk jalan pulang ke sarang,” tutup Paul Selden.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami