Internasional

INDIA DORONG PERUSAHAAN SWASTA LAPORKAN PELECEHAN SEKSUAL

BTN iklan

Mumbai, (Lei) – Di tengah upaya global untuk menumpas pelecehan seksual di tempat kerja, India mendorong perempuan-perempuan di sektor swasta agar melaporkan pelecehan yang mereka alami melalui sebuah laman, yang sebelumnya terbatas hanya untuk pegawai pemerintah.

Para aktivis mengabaikan perubahan itu dengan mengatakan bahwa laman tidak akan dapat membasmi diskrimasi berdasarkan jenis kelamin di tempat kerja, baik berupa perkataan cabul, promosi yang terhadang atau perlakuan tak nyaman yang kerap dihadapi perempuan.

“Ini merupakan langkah proaktif yang diambil oleh (kementerian) setelah kampanye “MeToo di media sosial seluruh dunia,” kata Maneka Gandhi, menteri urusan perempuan dan perkembangan anak-anak, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa.

“Pemerintah bertekad kuat untuk mencipatkan lingkungan aman dan adil bagi para perempuan yang bekerja,” katanya.

Laman yang dimaksud, SHe-box atau “sexual harrasment e-box”, sudah diluncurkan tahun ini dan ditujukan bagi para perempuan yang bekerja di kantor-kantor pemerintahan agar mereka dapat melaporkan keluhan atau pelecehan seksual di tempat kerja.

Sekarang, laman itu juga bisa digunakan untuk para perempuan yang bekerja di perusahaan swasta.

Bulan lalu, puluhan ribu perempuan di seluruh dunia menggunakan tagar #metoo (#sayajuga) dalam menceritakan pengalaman mereka mengalami pelecehan atau serangan seksual setelah produser film Harvey Weinstein dihujani tuduhan melakukan perilaku tidak senonoh.

Skandal seperti itu juga terungkap di kalangan lainnya, termasuk parlemen Inggris, industri busana global dan sektor perfilman India.

India pada 2013 mengesahkan undang-undang yang menangani pelecehan seksual terhadap perempuan di tempat kerja. Para pemilik perusahaan diwajibkan membentuk dewan penerima keluhan untuk menyelidiki semua laporan pelecehan seksual.

Sejak SHe-box diluncurkan pada Juli tahun ini, jumlah laporan yang masuk mencapai hampir 350, kata Gandhi.

Laporan yang diterima kemudian disampaikan kepada komite pelaporan internal perusahaan. Kementerian, juga pelapor, bisa memantau perkembangan penyelidikan.

Keluhan yang dilaporkan biasanya berkisar pada humor-humor bernada cabul, intimidasi serta promosi yang terjegal setelah perilaku senonoh ditentang, kata Gandhi.(Antara/Thomson Reuters Foundation)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami