BTN iklan
EkonomiKesehatanLifestyle

Indonesia Berpartisipasi Dalam Pameran Produk Halal Australia

Jakarta, 8/2 (Antara) – Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam pameran produk halal yaitu Halal Expo Australia (HEA) di Rosehill Gardens, Kota Sydney, Australia, 10-11 Februari 2018.

Keterangan dari Konsulat Jenderal RI di Sydney yang diterima di Jakarta, Kamis, menyebutkan bahwa HEA merupakan sebuah pameran dagang halal terbesar sekaligus Konferensi Halal Internasional di Australia.

HEA bertujuan memberikan kesempatan bagi para pelaku industri halal internasional dan nasional untuk mempromosikan produk, budaya, dan layanan mereka di pasar Australia dan internasional.

Indonesia telah berpartisipasi dalam HEA sejak acara tersebut digelar pada 2015. Pada HEA 2018, tingkat partisipasi Indonesia akan lebih besar baik dari segi peserta maupun bentuk kegiatan.

Selama dua hari berturut-turut, 16 gerai makanan dan busana Muslim di dalam Pavilion Indonesia akan ditempati oleh 41 perusahaan. Keikutsertaan Indonesia tahun ini juga akan disemarakkan dengan penyelenggaraan peragaan busana Muslim karya para perancang busana nasional.

Selain Indonesia, negara-negara anggota ASEAN yang turut berpartisipasi antara lain Brunei Darussalam dan Malaysia.

Peningkatan partisipasi Indonesia pada HEA 2018 merefleksikan dua hal, yakni hubungan Indonesia dan Australia di mana Indonesia terlibat dalam pembangunan masyarakat multikultur yang terus digalakkan oleh Pemerintah Australia, dan penjajakan peluang pasar bagi produk halal dan busana Muslim yang terus meningkat di Australia.

Berdasarkan sensus penduduk Australia 2016, jumlah Muslim di Australia 604.200 orang atau sekitar 2,6 persen dari total penduduk Australia.

Kehadiran Indonesia pada HEA 2018 merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, yakni Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, ITPC (Pusat Perdagangan dan Promosi Indonesia), Pusat Promosi Investasi Indonesia, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah).

Kerja sama itu juga melibatkan IFI (Indonesian Fashion Institute) Bandung dan AAPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) Yogyakarta.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close