Internasional

Indonesia Bisa Minta Bantuan Pemerintah AS Tangkap Pembunuh Enen Cahyati

BTN iklan

JAKARTA (LEI) – Kepolisian Phnom Penh, Kamboja, sudah selesai melakukan visum terhadap jenazah Enen Cahyati. Sebagaimana diberitakan, perempuan asal Jakarta itu dibunuh oleh suaminya, Bilal Abdul Fateen, pada 22 Maret di Phnom Penh.

“Kita baru dapat informasi bahwa visumnya sudah selesai. Kita sedang menunggu hasil visum disampaikan secara resmi,” urai Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, kepada awak media di Spumante Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

“Berdasarkan visum akan ditentukan status terduga pelaku. Lalu dari situ Kepolisian Phnom Penh bisa meminta Interpol menerbitkan red notice terhadap terduga pelaku yang keberadaannya hingga kini belum diketahui,” imbuh Iqbal.

Ia menambahkan, red notice Interpol terkoneksi dengan otoritas imigrasi di negara di seluruh dunia. Dengan demikian, keberadaan terduga pelaku bisa segera diketahui.

“Kalau diperlukan, tidak menutup kemungkinan pemerintah AS bisa kita minta bantuan. Mudah-mudahan tidak terlalu lama,” kata Iqbal.

Berdasarkan data dari imigrasi Kamboja, Bilal Abdul Fateen hanya diketahui terbang meninggalkan negara tersebut pada hari pembunuhan. Warga negara AS itu terbang menggunakan pesawat maskapai Air Asia menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, tujuan setelah Kuala Lumpur belum diketahui.

Jenazah Enen Cahyati sendiri sudah dimakamkan secara Islam di Tempat Pemakaman Muslim Kamboja. Sebab, kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia. Pihak keluarga yang berada dj Jagakarsa, Jakarta Selatan, sudah memberikan persetujuan pemakaman. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close