Opini

Indonesia Darurat Narkoba Perlindungan Anak Mutlak Dilakukan

BTN iklan

Oleh Dr. Titik Haryati Ketua Ganas Annar Pusat dan Dr. Latri M.Margono, M.Si
Wakil Ketua Ganas Annar MUI Pusat.

Jakarta, 31/7 LEI – Dalam waktu 10 tahun terakhir ini, atau satu decade Indonesia memasuki masa darurat narkotika. Soal narkotika dan zat aditif lainnya belum selesai dalam penangannya, kini masih berada dalam darurat Pandemi Covid 19 yang telah bermutasi menjadi varian delta, lebih ganas bahkan cukup akut menyerang kekebalan manusia.

Pada situasi ini, Pemerintahan Joko Widodo memberlakukan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan pembatasan-pembatasan yang mendorong masyarakat untuk tetap berada tinggal dan mukim di rumah masing masing dengan aktifitas yang serba terbatas.

Tentunya tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru untuk tinggal di rumah dengan segala keterbatasan. Bahkan acapkali karena kesesakan dan kepadatan pada kondisi rumah, kemudian rumah dapat berkecenderungan menjadi stressor bagi anggota keluarga, sehingga tanpa sengaja atau dengan sengaja mencari alternatif dalam mengatasi “burn out” dengan perilaku yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika. Inilah pentingnya, perlindungan anak-anak Indonesia dari bahaya pemakaian dari hasil penjualan gelap narotika saat pandemi covd 19 belum juga reda.

Beragam jenis narkotika dengan beragam-ragam kemasan dan pola peredaran dapat diakses dengan mudah oleh anak, baik secara langsung atau tidak, melalui manual atau media on line, diketahui atau tidak oleh orang tua, guru dan para pendamping tumbuh kembang anak.

Bisa jadi karena informasi yang cukup terbatas, atau informasi untuk jenjang usia anak telah ada tapi belum tersosialisasikan secara massif, atau ketiadaan pemahaman tentang hal itu, maka potensi prilaku menyimpang terhadap anak-anak sulit terhindar.

Oleh karenanya, diperlukan keberadaan dari para Pendidik Kemasyarakatan, Penyuluh Sosial, Pekerja Sosial, Penggerak Gannas Annar dan para praktisi bidang pencegahan penyalahgunaan narkotika untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada anak anak untuk memahami tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika.

Regulasi yang mengatur secara rinci dan tegas adalah Undang Undang No 35 tahun 2014 atas perubahan Undang Undang nonor 23 Tahun 2002, yang dimaksudkan anak, sejak dari dalam kandungan sampai dengan usia 18 tahun.

Termasuk didalamnya mengatur tentang keberadaan anak yang terpapar atau melakukan penyalahgunaan narkotika, sebagai kategori anak yang memerlukan perlindungan dan perlindungan khusus yang mengisyaratkan atas adanya rehabilitasi medis dan social dalam penangannya.

Peran Ganas Annar MUI

Dalam World Drug Report UNODC tahun 2020, yang di release Badan Narkotika Nasional (BNN) menncatat sekitar 269 juta orang di dunia menyalahgunakan narkoba (penelitian tahun 2018).
Jumlah itu sama dengan 30 persen lebih banyak dari tahun 2009 dengan jumlah pecandu narkoba tercatat lebih dari 35 juta orang (the third booklet of the World Drugs Report, 2020).

UNODC juga merilis fenomena global dimana sampai dengan Desember 2019 telah dilaporkan adanya penambahan temuan zat baru lebih dari 950 jenis.

Di Indonesia, berdasarkan data Pusat Laboratorium BNN sampai dengan saat ini sebanyak 83 NPS telah berhasil terdeteksi, dimana 73 NPS diantaranya telah masuk dalam Permenkes No.22 Tahun 2020 .

Berbeda dengan NPS yang terus meningkat, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia ada penurunan dari tahun ke tahun meski secara kualitatif justru membahakan utamanya terhadap anak-anak usia dini, karena angka prevalensi penyalahguna narkoba sebesar 2,4% menjadi hanya 1,8% penyalahguna narkoba di tahun 2019, atau penurunan angka prevalensi 0,6% yang berarti sekitar 1 juta orang tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkoba. Namun disisi lainnya, para bandar justru menyasar kepada anak-anak remaja. Ini yang membahayakan bagi generasi penerus bangsa.

Dimana peran ganas Annar ? Kini lembaga sayap Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah bergiat merintis upaya dimaksud. Mengacu kepada Undang Undang Nomor 35 tahun 2009, dimana dalam salah satu pasalnya mengatur tentang partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Selaras dengan hal itu MUI melalui Ganas Annar MUI, memandang perlu untuk ikut mengambil tugas dan tanggung jawab melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika pada anak anak sebagai salah satu wujud prinsif amar ma’ruf nahi mungkar, dengan cara melakukan sosialisasi kepada para pilar penggerak perlindungan anak dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Di masyarakat seperti pendidik kemasyarakatan, penyuluh agama, penyuluh sosial, pekerja sosial anak dan Penggerak Ganas Annar. Para pendamping anak di tataran grass root inilah yang dapat diharapkan dapat memberikan pemahaman pada anak. Dalam bahasa dan strategi penyampaian yang sesuai dengan tugas dan tahapan perkembangan anak.

Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional dan memperingati Hari Anak Nasional, dimana tematik tahun ini adalah Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Ganas Annar MUI turut aktif melakukan kegiatan Sosialiasi dan Edukasi dengan tujuan mampu memberikan informasi dan menambah wawasan kepada masyakarat khusunya para pilar penggerak perlindungan anak dan pencegahan penyalahgunaan narkorika seperti pendidik kemasyarakatan, penyuluh agama, penyuluh sosial, pekerja sosial anak dan Penggerak Ganas Annar agar memiliki kemampuan dan dapat memberikan perlindungan pada anak anak dari paparan bahaya penyalahgunaan narkotika.

Atas dasar itu DP MUI – Ganas Annar MUI, menemukan relefansinya guna mencapai keselarasan ide dan harmonisasi gerakan di internal lembaga, dimana tugas pokok dan fungsi dari Bidang Sosialisasi Edukasi pada masa hikmat Tahun 2020-2025, salah satu programnya, sosialisasi pada lembaga profesi, para pilar penggerak perlindungan anak dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Ganas Annar akan terus bergandengan dengan berbagai lembaga terkait untuk sama-sama menekan penggunaa peredaran gelap narkba demi melindungi anak Indonesia menatap masa depannya.

****@theo***

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami