BTN ads
LiputanNasional

Indonesia-FAO Tegaskan Kembali Komitmen Berdayakan Petani Kecil

JAKARTA, 24/4 (LEI) – Kepala Perwakilan Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) untuk Indonesia, Stephen Rudgard, menegaskan kembali komitmen dan dukungannya terhadap pemerintah Indonesia untuk memberdayakan petani kecil.

Keterangan Perwakilan FAO di Indonesia yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, menyebutkan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Jakarta pada Senin (23/4) untuk menyerahkan surat kepercayaan sebagai perwakilan FAO di Indonesia, Rudgard menyatakan berkaitan dengan petani skala kecil, FAO fokus pada upaya pemberdayaan petani.

“Kita harus memperbaiki kehidupan dan sumber penghidupan petani kecil di wilayah pedesaan, terutama kondisi ekonomi dan gizi mereka. Kita harus melakukan pendekatan yang seimbang, antara tujuan komersial sektor pertanian, dan di saat yang sama memperbaiki faktor kunci ketahanan pangan dan nutrisi. Akses yang mudah untuk pangan yang sehat dan bergizi adalah kuncinya,” katanya.

Sementara itu, Menlu Retno menyampaikan komitmen Indonesia pada perbaikan ketahanan pangan.

“Saya menekankan pentingnya peran petani kecil dalam rantai suplai pangan global,” kata dia dalam akun twitter-nya.

Pertemuan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia. Sekitar 48 persen perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani kecil, Marsudi menulis dalam twitter-nya, “Dukungan FAO pada kelapa sawit lestari juga penting artinya”.

Lebih jauh Rudgard mengatakan, FAO juga menekankan pentingnya “agenda petani kecil dan pertanian keluarga”. Sekitar 90 persen dari 570 juta bidang lahan dimiliki dan dikelola oleh keluarga petani. Banyak keluarga petani tersebut dalam kondisi miskin dan rawan pangan serta memiliki akses terbatas terhadap pasar dan jasa.

“Pertanian yang berkelanjutan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan untuk peningkataan produksi pangan, menciptakan lapangan kerja dan mengelola sumber daya alam berkelanjutan. Perbaikan kehidupan keluarga petani kecil adalah solusi dari permasalahan ini,” ujar Rudgard.

Kerja Sama Indonesia-FAO Kerja sama Indonesia-FAO berlandaskan pada Country Programming Framework (CPF/Kerangka Program Kerja Sama Nasional), sebuah dokumen dinamis yang menetapkan empat bidang prioritas pemerintah sebagai acuan/ referensi dalam kemitraan FAO dengan Pemerintah Indonesia selama lima tahun yaitu 2016-2020.

Dokumen tersebut menekankan pentingnya memperkenalkan inovasi, praktik terbaik, pengetahuan dan standar yang ada di Indonesia secara global dengan kerja sama para ahli internasional dan nasional, di sektor pangan, pertanian, perikanan dan kehutanan.

Rudgard mengatakan FAO terus bekerja untuk menyelaraskan program FAO dengan prioritas pemerintah dan memperkuat bantuan teknis khususnya dalam sektor pangan dan pertanian.

Kedua pihak membahas kemungkinan untuk mengadakan pertemuan nasional dalam waktu dekat yang berfokus pada upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan status gizi seluruh rakyat Indonesia.

Rudgard bekerja selama lebih dari 30 tahun pada bidang pertanian yang berkelanjutan dan ketahanan pangan di negara-negara tropis.

Sebelum bertugas di Indonesia, dia adalah Kepala Perwakilan FAO di Laos selama empat tahun, dan 14 tahun sebelumnya bertugas di Kantor Pusat FAO di Roma, dengan posisi terakhir sebagai “Chief of Knowledge and Capacity for Development”. [antara]

b/a011

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close