Ekonomi

Indonesia – Kolombia Optimalkan Pasar Aliansi Pasifik

BTN iklan

Jakarta,  Lei, 10/5  Indonesia dan Kolombia berupaya menjadi penggerak untuk mengintensifkan kerjasama Aliansi Pasifik sebagai blok ekonomi baru di kawasan Amerika Latin yang terdiri dari Kolombia, Meksiko, Chile dan Peru.
“Empat negara tersebut telah bergabung membangun aliansi ekonomi sejak tahun 2012 dan kini sudah memiliki jumlah penduduk sebanyak 214 juta jiwa serta menguasai pangsa pasar regional hingga 37 persen. Jumlah itu terus akan berkembang,” demikian siaran pers dari  KBRI  Kolobia yang diterima Rabu.

Duta Besar RI untuk Kolombia Priyo Iswanto usai menyerahkan Surat Kepercayaan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI kepada Presiden Kolombia Y.M. Juan Manuel Santos di Bogota, Selasa mengatakan,
“Indonesia berpuang besar untuk ikut mengisi pada blok ekonomi baru itu.”

Ia  menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara dan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif di atas 5% siap untuk meningkatkan kerja sama dengan Kolombia baik secara bilateral maupun dalam kerangka hubungan regional antara ASEAN dan Aliansi Pasifik.
Presiden Juan Manuel Santos saat mendengar uraian itu menyampaikan harapannya untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Kolombia, juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan hubungan antar kawasan Aliansi Pasifik-ASEAN.
“Kolombia selain akan memperdalam integrasi kawasan antarnegara Aliansi Pasifik, juga akan meningkatkan kerja sama dengan ASEAN sebagai kekuatan ekonomi yang tumbuh kuat,” kata Presiden Kolombia yang dikutip Priyo.

Aliansi Pasifik katanya, merupakan blok ekonomi terbaru di kawasan Amerika Latin yang terdiri atas Kolombia, Meksiko, Chile, dan Peru. Aliansi Pasifik terbentuk secara resmi sejak 6 Juni 2012 dan merupakan salah satu blok ekonomi terbesar di kawasan dengan pasar terus meningkat sejalan naiknya jumlah penduduk dari masing-masing negara kawasan Amerika Latin. Total GDP sebesar USD 2,16 triliun (38% GDP Amerika Latin dan Karibia).
Produk Domestik Bruto kawasan per kapita sebesar USD 16.500, nilai ekspor mencapai lebih dari USD 550 miliar (46% kawasan Amerika Latin), dan impor kawasan mencapai lebih dari USD 570 miliar (lebih dari setengah total impor kawasan Amerika Latin). Indonesia merupakan salah satu negara observer dari total 42 negara observer Aliansi Pasifik.
“Untuk menghadapi tantangan geografis dengan jarak yang jauh, Dubes RI Bogota berpandangan perlunya meningkatkan pergerakan antar manusia, sehingga jarak yang jauh tersebut dapat diminimalisir secara psikologis,” katanya.
Pada kesempatan itu Priyo Iswanto juga memuji kepemimpinan Presiden Kolombia Juan Manuel.
“Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Santos yang telah berhasil mencapai perdamaian antara Pemerintah Kolombia dengan kelompok FARC dan mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2016. Penghargaan nobel perdamaian dunia tersebut merupakan bukti pengakuan masyarakat internasional terhadap keberhasilan dan keteguhan Presiden Santos untuk mengakhiri konflik internal di Kolombia yang telah berlangsung selama 51 tahun, sekaligus merupakan kontribusi terhadap perdamaian regional dan dunia,” kata Priyo.
Kesempatan itu ia juga menyampaikan ucapan salam hangatnya dari Presiden Joko Widodo. Keduanya terakhir bertemu di sela-sela KTT Perubahan Iklim di Paris, November 2015 silam, dan keduanya sepakat untuk saling meningkakkan pertumbuhan ekonomi dan investasi kedua negara.

Dewa

Perlihatkan Lebih

32 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami