Liputan

Indonesia Masih Hadapi Tantangan Berat Ekonomi

BTN iklan

Jakarta, LEI/Antara – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia masih akan menghadapi tantangan berat karena belum pulihnya situasi global dan negara mitra dagang utama serta rendahnya harga komoditas.

“Itu semua masih menjadi risiko yang dapat mengganggu kinerja perekonomian nasional,” kata Presiden Joko Widodo saat Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang Undang tentang APBN 2017 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Ketua DPR RI Ade Komarudin di Jakarta, Selasa.

Tidak hanya itu, kata Presiden Jokowi, negara-negara maju juga sedang bergulat menghadapi tantangan pemulihan ekonomi sehingga masih terdapat ketidakpastian kebijakan keuangan,termasuk sebagian negara menerapkan kebijakan penggelontoran likuiditas.

Namun, kata Kepala Negara, sejak 2015 pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah Pemerintah untuk menjaga stimulus fiskal di tengah tekanan melambatnya laju perekonomian global dan telah mulai menuai hasil.

Presiden Jokowi memberikan contoh pada triwulan kedua 2016 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,18 persen, meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2016 yang hanya tumbuh 4,91 persen.

Kemudian, pada triwulan kedua 2016, sektor-sektor terbesar seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan triwulan pertama 2016.

Di sisi lain, kata Presiden Jokowi, inflasi yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat, relatif terkendali. Laju inflasi Juli 2016 dibandingkan dengan bulan yang sama 2015 tercatat sebesar 3,21 persen sehingga inflasi kumulatif bulan Januari sampai Juli 2016 sebesar 1,76 persen.

“Realisasi inflasi Juli tahun ini merupakan angka terendah dalam lima tahun terakhir,” katanya.

Kemudian, katanya, indikator kesejahteraan sosial Indonesia dalam dua tahun terakhir ini juga terus menunjukkan peningkatan. Data pada Maret 2016 menunjukkan tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,86 persen.

Tingkat ketimpangan yang ditunjukkan oleh gini ratio juga berhasil dikurangi menjadi 0,40 dan tingkat pengangguran berhasil diturunkan menjadi 5,5 persen.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia yang menunjukkan akses masyarakat terhadap sumber ekonomi, pendidikan dan kesehatan terus mengalami kemajuan hingga mencapai angka 69,55 pada 2015.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Comments

  1. 612762 153934Aw, this was an exceptionally nice post. In concept I would like to spot in writing such as this moreover – spending time and actual effort to create a superb article but so what can I say I procrastinate alot by way of no indicates find a method to go completed. 351675

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami