EkonomiInternasionalLiputan

Indonesia Mendorong Kerja Sama Ekonomi dengan Yordania

BTN iklan

Jakarta/Lei- Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi membahas bahwa pemerintah Indonesia berupaya Memajukan peningkatan kerja sama ekonomi dengan Yordania. Pertemuan bilateral antara Menlu RI dan Menlu Yordania itu berlangsung di kantor Kementerian Luar Negeri Yordania pada Rabu (4/10).

“Kerja sama ekonomi Indonesia dan Yordania harus memanfaatkan posisi strategis geografis kedua negara sebagai pintu gerbang ke pasar ASEAN dan Timur Tengah,” kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dalam pertemuan itu, Menlu RI menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi kedua negara masih terbuka lebar. Nilai perdagangan Indonesia-Yordania pada 2016 hanya mencapai 256,4 juta dolar AS.

“Kita harus membuka akses lebih besar bagi produk-produk unggulan masing-masing negara seperti kelapa sawit, ban mobil, peralatan elektronik, potasium, fosfat dan garam,” tutur Menlu Retno.

Lebih lanjut, Menlu RI mengusulkan agar segera dilakukan pembahasan terkait pembentukan “Preferential Trade Agreement” (PTA) antara kedua negara. Pembentukan PTA akan sangat membantu mengurangi berbagai hambatan tarif dan non-tarif.

Selain itu, peningkatan interaksi antarpengusaha kedua negara juga penting dalam meningkatkan kerja sama ekonomi.

Undang pengusaha Jordania Oleh karena itu, Menlu RI secara langsung mengundang kehadiran pengusaha Yordania dalam beberapa forum, seperti Indonesia-Middle East Annual Gathering on Economy (IMAGE) pada 8-10 Oktober 2017, Trade Expo of Indonesia (TEI) di Jakarta pada 11-15 Oktober 2017, dan Regional Investment Forum di Padang pada 15-17 Oktober 2017.

Selain mengurangi berbagai hambatan perdagangan, diversifikasi produk perdagangan kedua negara juga perlu untuk terus didorong. Menlu RI menawarkan produk industri strategis Indonesia yang sangat kompetitif kepada Yordania, antara lain industri pesawat, kapal dan senjata.

“Indonesia memiliki keunggulan di berbagai produk industri strategis yang dapat dimanfaatkan oleh Yordania. Oleh karena itu, saya mengundang pejabat dan pengusaha industri strategis di Yordania untuk hadir pada Indo Defence Expo November 2018,” ujar Menlu Retno.

Nilai perdagangan Indonesia-Yordania tercatat pada 2016 kurang lebih sama dengan pada 2015, yaitu 256 juta dolar AS, dengan peningkatan sebesar 25.000 dolar AS pada 2016.

Sementara itu, nilai perdagangan selama periode Januari-Juni 2017 meningkat 6,88 persen dibanding periode yang sama pada 2016.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami