EkonomiKesehatan

Indonesia termasuk Penanganan COVID-19 terburuk di Dunia

BTN iklan

Perkembangan covid pada 1 september ini mencapai 42.009 kasus dengan presentase 23,7% sementara rata-rata dunia berada di angka 26,6%. Dengan hal ini Indonesia perlu memperketat dan mengkoreksi kembali ada yang salah dengan adanya peningkatan khasus yang mendekati rata-rata dunia.

Dibandiing cina menemukan 83.644 kasus infeksi setelah mengetes 90 juta warganya. Sedangkan Indonesia baru mengetes 697.043 orang dengan 1,2 juta spesimen untuk menemukan 84.882 kasus positif yang dikonfirmasi seperti dikutip dari data Kementerian Kesehatan RI. Apabila diambil perbandingan, Indonesia baru melakukan 4.389 tes per 1 juta populasi. Sedangkan China melakukan 62.814 tes per 1 juta populasi.

Selain kasus infeksi, Indonesia juga melaporkan 59 kasus orang yang meninggal karena Covid-19 pada Sabtu. Jumlah keseluruhan orang yang meninggal karena Covid-19 di Indonesia berjumlah 4.016 kasus. Sementara sejak pandemi pada akhir 2019, kasus meninggal karena virus corona di China dilaporkan 4.634 kasus.
Faisal Basri memaparkan, Indonesia perlu belajar dari Finlandia, Singapura, Malaysia, dan Thailand yang lebih mengutamakan keamanan dan kesehatan masyarakat dibandingkan perekonoman. Meskipun negara-negara tersebut telah masuk ke jurang resesi tahun ini, tapi para turis mancanegara percaya terhadap penanganan Covid-19 di negara tersebut sehingga masih menghasilkan devisa.

“Indonesia tidak boleh masuk, masih di-blacklist karena reputasi menangani covid-19 buruk keempat di dunia. Sadar tidak sadar, kita sedang dihukum dunia. Gara-gara tidak becus menangani pandemi ini,” ujatnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (31/8).

Dengan demikian, Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada pada titik -3 persen. Artinya, Indonesia berpotensi akan jatuh ke jurang resesi.

 

 

“Kuartal III-2020 perkiraan saya minus 3 persen, tapi Kata Menko itu nggak resesi. Menko aja pemahaman resesinya nol besar. Kalau triwulan II 5,3 persen minusnya, triwulan III minus 5 persen, itu ga resesi, karena minusnya turun. Ngeri nggak? Komandan ekonominya nggak ngerti resesi apa?” ungkapnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun ini mencapai 2,97 persen. Kemudian pada kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi, hingga minus 5,32 persen.

Sementara pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 mendatang berada pada kisaran 0 persen hingga -2 perse. Sedangkan untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2020, diproyeksikan bisa tumbuh positif 0,2 persen hingga -1,1 persen

Demi keamanan, pemerintah Indonesia harus bersi tegas untuk melarang WNA masuk ke Indonesia dikarenakan Negara Negara lain sudah menutup atau melarang warga Negara asing masuk ke wilayah mereka seperti Negara Singapoer, Malaysia dan India. Karena salah satu penyebaran yang menyebabkan pertumbuhan covid merajalela salah satunya adalah dari Pendatang Asing.

 

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami