BTN iklan
Internasional

Indonesia Tidak Pernah Lakukan Pertemuan Rahasia dengan Israel Soal Visa

JAKARTA (LEI) – Di tengah polemik mengenai larangan yang diberlakukan Tel Aviv bagi pemegang paspor Indonesia untuk mengunjungi Israel mulai 9 Juni mendatang, banyak spekulasi mengenai adanya pembicaraan rahasia antara pemerintah Indonesia dan Israel. Laporan-laporan itu, menurut Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, sama sekali tidak benar.

“Saya saya ingin memberikan penegasan kembali mengenai politik luar negeri Indonesia bahwa kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Menlu Retno, Jumat (1/6/2018).

Retno mengatakan bahwa sikap Pemerintah Indonesia sudah jelas, yaitu mendukung perjuangan Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dan hak-hak mereka yang merupakan keberpihakan politik luar negeri Indonesia.

Dia juga membantah laporan media yang mengatakan ada pembicaraan rahasia antara pemerintah Indonesia dengan Israel terkait masalah hubungan diplomatik dan pemberian visa.

“Saat ini beredar berita bahwa sejak 2016 ada pertemuan atau negosiasi rahasia yang memulai membahas masalah hubungan diplomatik atau bebas visa antara Indonesia dan Israel. Dalam kesempatan ini saya ingin menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Saya ulangi lagi, hal tersebut tidak benar,” jelasnya.

Laporan mengenai pembicaraan rahasia antara Indonesia dan Israel itu muncul di beberapa media menyusul pengumuman dari Pemerintah Israel mengenai larangan bagi pemegang paspor Indonesia untuk mengunjungi wilayahnya mulai 9 Juni mendatang. Larangan itu diduga merupakan tindakan balasan dari Tel Aviv atas keputusan Pemerintah Indonesia yang menolak visa 53 warga Israel yang berkunjung ke Indonesia.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly membenarkan adanya penolakan terhadap warga visa warga Israel tersebut. Namun, dia mengatakan alasan penolakan tersebut sensitif sehingga tidak dapat diungkap ke publik.

Menkumham kembali menekankan bahwa keputusan untuk menolak atau menerima visa merupakan hak dan kewenangan bagi masing-masing negara, termasuk dalam kasus ini, Indonesia dan Israel.

“Jadi tentang warga negara kita yang ada sekarang tidak bisa masuk ke Israel, seperti yang kita sampaikan juga adalah menjadi hak setiap negara untuk menerima atau menolak visa dari negara warga negara mana pun,” jelas Laoly.

“Dengan sangat menyesal itu adalah kebijakan dari pada pemerintah Israel dan kita juga punya kewenangan untuk mempunyai hal yang sama dengan menerima atau menolak visa itu.” (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close