Nasional

Industri Minim Terlibat Dalam Pendidikan Vokasi

BTN iklan

Makassar, LEI – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan dunia industri masih minim dalam pendidikan vokasi di Indonesia.

Untuk itu dia menginginkan dosen yang sedang mengajar di politeknik juga orang yang terlibat langsung dengan dunia industri.

“Kalau bisa 50 persen akademisi dan 50 persen dari dunia industri, jadi bisa dari mahasiswa dapat ditingkatkan,” kata Mohamad Nasir saat berdialog dengan dosen Politeknik Ujung Pandang di Makasar, Kamis.

Untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dosen politeknik, Kemenristekdikti telah menyiapkan Program Beasiswa Retoolong Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi.

Melalui program tersebut Kemenristekdikti memberikan bantuan bagi para dosen politeknik untuk mendapatkan sertifikasi yang baik dari dalam maupun luar negeri.

Dia juga berharap semua lulusan politeknik dapat memiliki sertifikat kompetensi, sehingga dunia kerja dapat mengutamakan kompetensi yang dimiliki oleh mereka, tidak hanya ijazah saja.

Dia juga meminta bagi mahasiswa yang melakukan magang agar tidak hanya sekedar formalitas namun langsung terjun ke praktik.

“Selama ini mahasiswa jika sedang magang hanya bisa di tempat administrasi, urusan foto copy, dengan adanya terlibat dosen dari dunia industri maka mereka bisa mengarahkan mahasiswa yang sedang magang,” kata Nasir.

Sementara itu Direktur Jenderal Kelembagaan Kemenristekdikti Patdono Suwignjo mengatakan Kemenristekdikti mendorong agar dunia industri dapat membangun politekniknya sendiri karena saat ini jumlah politeknik di indonesia sangat sedikit.

“Politeknik di Indonesia hanya sekitar 5,4 persen saja, kalau jika industri nasional ingin maju maka politeknik juga harus semakin banyak,” kata dia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami