EkonomiLiputanNasional

Inflasi Januari, Disebabkan Harga Kenaikan Beras

BTN iklan

Jakarta/Lei- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras menjadi pemicu terjadinya inflasi pada Januari 2018 yang tercatat sebesar 0,62 persen.

Suhariyanto mengatakan bahan makanan yang ikut menyumbang inflasi pada periode ini adalah daging ayam ras sebesar 0,07 persen, ikan segar 0,05 persen, cabai rawit 0,04 persen dan cabai merah 0,03 persen.

Selain harga bahan makanan yang mengalami kenaikan, inflasi juga disebabkan oleh kenaikan harga rokok kretek filter yang menyumbang inflasi 0,02 persen dan rokok kretek sebesar 0,01 persen.

Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan tercatat memberikan sumbangan inflasi tinggi sebesar 2,34 persen pada Januari 2018.

Kelompok lainnya yang mengalami inflasi adalah kelompok sandang dengan kontribusi 0,50 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,43 persen.

Penyumbang inflasi lainnya adalah kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,16 persen.

Namun, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dalam periode ini menyumbang deflasi sebesar 0,75 persen.

“Deflasi ini dipengaruhi penurunan tarif angkutan udara dengan kontribusi 0,07 persen dan tarif angkutan kereta api sebesar 0,01 persen, meski sempat naik pada periode Desember,” kata Suhariyanto.

Dalam periode ini, BPS juga mencatat inflasi harga bergejolak sebesar 2,58 persen, diikuti inflasi inti sebesar 0,31 persen dan harga diatur pemerintah yang menyumbang deflasi sebesar 0,15 persen.

Selain itu, tingkat inflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,62 persen dan inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,25 persen.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 79 kota mengalami inflasi dan hanya tiga kota yang menyumbang deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen dan inflasi terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,04 persen.

Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,12 persen dan deflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0,14 persen.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close