EkonomiHukum

Ini Alasannya Hardys Pailit

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Runtuhnya Hardys setelah selama lebih dari 10 tahun berkuasa di wilayah Bali, harus mengakhiri perjalanannya dengan hutang sebesar RP 2 triliun.

I Gede Agus Hardiawan membenarkan pihaknya dalam kondisi pailit. “Karena kesalahan pengelolaan,” ujar Hardiawan yang beberapa tahun lalu dikabarkan masuk dalam 50 orang terkaya di Bali. “Pihak kami punya utang hampir Rp 2 triliun, sedang nilai aset seluruh usaha Hardys sekitar Rp 4,1 triliun,” ungkap Hardiawan yang sebelumnya membawahi 5.000 karyawan di kerajaan bisnisnya.

Sebelumnya untuk melunasi sebagian utangnya, Hardiawan menyatakan telah menjual outlet Hardys yang tersebar di seluruh Bali, termasuk di Jawa Timur. Seluruhnya ada 17 outlet. Penjualan dilakukan melalui Bank Muamalat sejak Januari 2017. Adapun yang membeli adalah pengusaha asal Singaraja, I Gede Sedana. “Ini biar jelas, outlet yang sekarang bukan lagi kami yang mengelola,” jelas Hardiawan.

Karenanya pengelolaan outlet Hardys berikut semua karyawan sekarang, terang Hardiawan, berada pada manajemen baru. Dikatakan Agus Hardiawan, hal itu dia jelaskan dengan maksud agar tidak ikut membawa nama pengelola outlet Hardys yang baru terkait dengan pernyataan kepailitannya.

Nama Hardys sudah tidak ada hubungannya lagi. “Sekarang namanya masih Hardys, kalau namanya diganti dengan yang lain (bukan Hardys) terserah Pak Sedana,” jelasnya. Jadi pengelolaan outlet Hardys ke pengelola baru (pembeli) sudah mendahului sebelum pernyataan pailit. Sebelumnya dihubungi terpisah Direktur Hardys Putu Agus P Adie, menjelaskan retail Hardys yang dia kelola bukan merupakan retail Hardys yang pailit. “ Kami tidak pailit,” ujarnya dihubungi via telepon.

Dikatakan retail Hardys yang cabang-cabang tersebar di Bali tersebut berada di bawah PT Sedana Retailindo. “Coba lihat lihat pengumumannya itu bukan kami,” tepis Putu Agus P Adie. Adapun penutupan oulet di Amlapura (Karangasem) bukan karena pailit, tetapi karena faktor kondisi Gunung Agung.

Dikatakan kondisi retail Hardys masih normal dengan 1.100 karyawan. “Penjelasan ini sudah kami sampaikan juga kepada para suplier,” ujar Agus P Adie yang sedang berada di Jakarta.

Meski begitu, Hardys di kawasan Panjer, suasananya masih tampak normal. Puluhan pengunjung terlihat keluar masuk untuk belanja dan jalan-jalan. Para pegawai maupun karyawan sibuk dengan kegiatan dan tugasnya masing-masing.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

5 Komentar

  1. Cialis 10mg Anwendung Generic For Keflex Viagra E Cialis Insieme [url=http://addrall.com]alli pill for sale in uk[/url] Amoxicillin Dosage For Sinus Infection Viagra Generico Con Receta Je Voulez Durer Plus Longtemps

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami