Nasional

Ini Beberapa Rekomendasi FSGI atas Gaduhnya UNBK SLTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar memastikan informasi atau edukasi tentang manual Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan troubleshooting CBT UNBK sampai kepada tim teknis sekolah.

Sekjen FSGI‎, Heru Purnomo di Jakarta, Rabu (25/4), mengatakan, hal tersebut merupakan rekomendasi FSGI bagi Kemendikbud menanggapi gaduhnya awal penyelenggaraan UNBK tingkat SMP/MTs.

Menurut Heru, pihaknya meminta agar informasi dan edukasi tersebut hingga tingkat sekolah karena selama ini ‎Kemendikbud hanya mempercayakan kepada Tim Helpdesk UNBK yang jumlahnya masih sangat sedikit dan minim fasilitas.

Rekomendasi selanjutnya, yakni Kemendikbud perlu mencetak dan membagikan Buku Manual UNBK maupun Trobleshooting CBT ke sekolah-sekolah, bukan sekedar membagikan file yang sulit dibuka. Dengan cara membagikan buku, sekaligus akan menunjang budaya membaca kepada tim sekolah.

“Mempermudah atau memperbanyak sarana komunikasi atau informasi  antara pusat dan sekolah. Sehingga jika ada informasi atau kendala, tidak hanya diberikan melalui laman atau website UNBK yang tidak setiap saat dibuka, tetapi bisa melalui sarana WhatApp (WA) maupun aplikasi lainya,” ujar Heru.

FSGI sangat menyayangkan pelaksanaan UNBK SMP/MTs hari pertama diwarnai kegaduhan di mana-mana seperti laporan yang diterima FSGI dari sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Simeuleu-Aceh, Kota Binjai-Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Rembang-Jawa Tengah serta beberapa sekolah di DKI Jakarta.

“Bahkan, ada orang tua yang menelpon kami dan menceritakan kecemasan anaknya yang belum mulai ujian hingga jam 11.00 WIB,” ujar Heru.

Posko FSGI sudah menerima beberapa keluhan sejak persiapan UNBK, khususnya dari proktor sekolah yang baru pertama melaksanakan UNBK, walaupun proses sinkronisasi akhirnya dapat teratasi karena dibantu oleh helpdesk provinsi maupun kabupaten atau kota.

“Namun mereka sangat khawatir jika terjadi gangguan pada saat UNBK berlangsung. Dan inilah yang terjadi, ketika siswa sudah siap berada di ruangan, terjadi kendala teknis yang ternyata karena server pusat katanya ‘maintenance’ namun sudah menimbulkan kegaduhan bagi para proktor, teknisi, dan pengawas, terutama siswa,” ujarnya.

Menurut pengamatan FSGI, beberapa kegaduhan yang timbul sebenarnya akibat kurang siapnya tim teknis UNBK Pusat, karena tidak seharusnya ada maintenance server di saat berlangsungnya ujian, ditambah lagi kurangnya edukasi terhadap tim teknis sekolah dalam melakukan troubleshooting pada aplikasi CBT UNBK 2018.

Secara khusus, FSGI mengklasifikasi beberapa kendala yang dihadapi sekolah para hari pertama pelaksanaan UNBK. Pertama, sekolah yang menghidupkan servernya saat server pusat sedang offline karena maintenance, sehingga server sekolah berstatus offline dan tidak bisa masuk ke laman CBT-Sync untuk melaksanakan ujian.

Kedua, ada sekolah yang memulai ujian lebih awal sebelum maintenance sehingga dapat melaksanakan UNBK dengan baik. Namun di tengah jalan tiba-tiba server sekolah offline dan membuat proktor panik dan khawatir ujian siswa tidak berjalan, meski sebenarnya ujian tetap bisa dilanjutkan.

Ketiga, ada beberapa siswa yang terkendala teknis di komputernya, kemudian tidak dapat melanjutkan karena tidak bisa mendapatkan token sebab server sedang offline. Hal inilah yang kemudian membuat gaduh karena proktor dan teknisi tidak segera bisa menangani.

Keempat, beberapa SMP/MTs yang berada di wilayah yang belum terjangkau jaringan internet yang bagus, sehingga terkadang koneksi internet terputus saat akan merilis token, ditambah dengan info server pusat yang mengalami gangguan mengakibatkan tim teknis sekolah bingung untuk menanganinya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami