BTN iklan
HukumLiputan

Ini Dia Profil Dibalik Mencuatnya Tuduhan Pencucian Uang yang Dilakukan SBY dan Kroninya

JAKARTA, (LEI) – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan beserta 30 pejabat lain disebutkan terlibat dalam konspirasi pencucian uang negara yang jumlahnya hingga USD 12 Miliar, atau jika dikurs-kan sekarang setara Rp 177 Triliun.

Tak tanggung-tanggung, mereka diduga melakukan pencucian uang di sejumlah bank internasional.

Perihal ini ada di dalam laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman, kemudian disusun sebagai gugatan oleh Weston Capital Internasional.

Siapa itu Weston Internastional Capital?

Mengutip laman resmi westonfinancial.com mereka adalah perusahaan atau firma investasi yang berpusat di Mauritius. Dalam website disebutkan WICL beroperasi sebagai Closed End Investment Company yang diatur oleh Komisi Jasa Keuangan Mauritius dan mereka memiliki izin usaha global kategori 1.

Perusahaan ini didirikan pada 2011 oleh John R Liegey dan sekumpulan investor di Mauritius. Liegey adalah mantan pimpinan dan Chief Operating Officer Dean Wotter Capital Markets International Limited. Perusahaan ini dikenal piawai mengelola strategi keuangan dan pembiayaan negara berkembang untuk menghadapi krisis keuangan.

Kemudian, bergabung pula Jabir Udhin sebagai Founding Principal bersama Michael Gagliardi sebagai Chairman pada 2012 dan 2013.

WICL mengklaim memiliki pengalaman investasi dan penyelesaian utang yang sangat baik. Karena mereka memiliki tim penasihat seperti firma konsultasi hukum, audit dan tim forensik yang baik.

Sejarah grup Weston LLC, mereka memulai bisnis investment bank dan trade capital pada 1989 dengan membidik korporasi Meksiko dan Argentina yang sedang mengalami tekanan dan ingin melakukan restrukturisasi. Saat itu negara tersebut sedang masa pemulihan dari krisis yang melanda Amerika Latin pada 1982. Saat itu Weston LLC menyetal obligasi Meksiko sebanyak US$ 14 miliar dalam bentuk original debts default.

Kemudian sejak 1989 hingga 1990 Weston LLC berhasil mengakusisi lebih dari US$ 600 juta hutang korporasi Meksiko. Surat utang tersebut dinegosiasikan oleh Weston selama 18 bulan dan diubah menjadi ekuitas dan menggunakan teknik yang sebelumnya tidak diketahui oleh dunia usaha Meksiko.

Selama periode ini, kemitraan tersebut menghadilkan keuntungan bruto lebih dari US$ 90 juta karena Amerika Latin mulai bangkit dari kebangkrutan.

Pada 1991, Weston berubah menjadi firma investment bank pertama di Wall Street yang menawar obligasi korporasi sektor swasta untuk perusahaan meksiko paska default pada 1982. Kecakapan Weston sebagai pedagang terus melonjak, di perdagangan efek Meksiko Weston berhasil menjadi pedagang besar dengan denominasi dalam Dolar AS dan Peso Meksiko pada 1991-1995.

Pada saat itu, perusahaan tersebut mengelola lebih dari US $ 18 miliar sekuritas utang Meksiko untuk beberapa reksa dana terbesar dan dana lindung nilai di dunia.

Lembaga ini menggugat LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) terkait penjualan Bank Mutiara kepada J Trust Co Ltd.

Dikutip dari Asia Sentinel, LPS dituduh menjual Bank Mutiara secara tidak jujur, karena dianggap tidak transparan. Penjualan juga disebut palsu karena ada indikasi pencucian uang, penyuapan dan pencurian dana nasabah.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close