InternasionalTekno

Ini Penemuan 100 Planet Baru yang Diumumkan Para Ilmuwan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Hingga detik ini, para ilmuwan mengklaim telah menemukan hampir 100 planet baru di luar tata surya Bumi. Dunia yang bervariasi, berada di tengah ratusan eksoplanet potensial yang ditemukan dalam data dari pesawat ruang angkasa Kepler.

100 planet baru ditemukan sebagai bagian dari pencarian ilmuwan untuk dunia lain seperti milik Bumi, beberapa di antaranya mungkin mengandung kehidupan. Tapi, mereka juga mengatur planet dan tata surya sendiri dalam konteks, membantu belajar seberapa normal Bumi.

Ke-100 planet baru ditemukan menggunakan penelitian dari National Space Institute (DTU Space) di Technical University of Denmark. Dari 275 planet kandidat, ilmuwan mengonfirmasi 95 adalah eksoplanet.

Pesawat ruang angkasa, yang berada di misi K2 untuk menemukan planet ekstrasurya baru, telah menemukan ribuan kandidat sejak diluncurkan hampir satu dekade yang lalu. Andrew Mayo, penulis utama studi dan mahasiswa PhD, mengatakan, mulai menganalisis 275 kandidat yang 149 divalidasi sebagai eksoplanet eksterior.

“Pada gilirannya, 95 planet ini telah terbukti merupakan penemuan baru,” kata Mayo dilansir dari laman Independent, Minggu (18/2).

Sebuah kandidat eksoplanet diukur dengan bayangan yang ditimbulkannya saat ia melintasi bintang inangnya. Planet tersebut ditampilan lebih dekat sebelum dipastikan menjadi planet ekstrasurya.

Namun, tugasnya tidak mudah karena ilmuwan harus membedakan antara sinyal dari kandidat dan sinyal dari pesawat ruang angkasa lainnya. Mayo menambahkan, timnya menemukan beberapa sinyal disebabkan oleh beberapa sistem bintang atau kebisingan dari pesawat ruang angkasa.

“Tapi, kami juga mendeteksi planet yang berukuran mulai dari seukuran Bumi, seukuran Jupiter dan lebih besar,” kata Mayo.

Timnya menemukan sebuah planet pada orbit 10 hari di sekitar bintang terang bernama HD 212657. Penemuan ini dianggap penting karena bintang terang memungkinkan planet-planet diamati dari observatorium berbasis darat.

Karya tersebut dipublikasikan di Jurnal Astronomi dan peneliti dari NASA, UC Berkeley dan University of Tokyo, yang terlibat dalam penelitian ini. Pesawat ruang angkasa Kepler diluncurkan pada 2009, tetapi dirancang kembali oleh para insinyur dan astronom setelah mengalami kegagalan mekanis pada 2013.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + ten =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami